Chapter 4
Tak perlu kita mulai dengan mendewa-dewakan pemimpin ini atau itu. Cukuplah, kalau prinsip, cara-cara bekerja ataupun semangat serta sifat jujur konskwen salah seorang pemimpin yang dihormat. “Berapa gaji, berapa keluarga, berapa kebutuhan sehari-hari dan apa kekurangannya”. Inilah yang kita utamakan. “Murba sudah membanting tulang tetapi jaminan tak cukup. Ada yang tidak kerja, tetapi bisa hidup dengan mewah”. Inilah yang kita kemukakan. Dengan uraian atau pernyataan yang sederhana berdasarkan pengalaman sehari-hari kita meningkat ke atas melalui jenjang logika dan dialektika. Dengan demikian kita bisa merasakan akibatnya perjanjian Linggarjati dan Renville. Akhirnya kita sampai kepada politik partai ini atau itu, isme ini atau itu. Sendirinya kita akan sampai usulan COCHRAN.
Kita membikin agitasi buat membangunkan pengertian, membangun keyakinan, memberi jalan melalui organisasi dan mementingkan organisasi: Bersatu kita teguh, berpecah kita jatuh. Dengan organisasi kita bisa menggerakkan Murba.
Kunjungilah kaum Murba. Janganlah bosan memberi pertolongan atau penerangan, juga kepada Murba buta huruf. Kita memerlukan perhubungan (kontak). Dan kontak berarti bersama menyelesaikan soal penghidupan sehari-hari. Perlihatkan perhatian penuh kaum Murba. Berikanlah bantuan lahir batin kepada mereka dimana perlunya. Saudara sendiri mengerti apa artinya ramah tamah bagi kaum Murba Indonesia. Pakailah semua kesempatan buat mengadakan kontak dengan sikap ramah-tamah dan semangat tolong-menolong.
Andaikan saudara berada pada suatu desa atau kampung yang terdiri dari 30 rumah. Bentuklah satu komite kecil untuk membagikan pekerjaan. A 10 rumah, B 10 rumah, dan C 10 rumah. Sekali seminggu atau lebih datangilah rumah-rumah itu dan tanyakan keperluan penduduknya. Persoalkanlah keperluan hidup mereka sehari-hari. Mungkin akhirnya saudara sampai kepada Minimum dan Maximum Program, kepada Linggarjati dan Renville.
Rundingkanlah dan putuskanlah dalam Komite tadi segala sesuatu sebelumnya saudara menjumpai mereka yang membutuhkan petunjuk. Pelajarilah apa yang dibutuhkan oleh Rakyat Murba. Periksalah dimana terdapat barang-barang yang berlebihan dan yang kekurangan di antara barang keperluan hidup seperti beras, sayur, garam, minyak, pacul, parang dll.
Usulkan pendapat saudara dengan pengikut saudara. Laporkanlah sambutan Murba itu kepada komite tadi. Perbaikilah yang salah dan pakailah yang baik sebagai contoh. Adakalanya saudara perlu mengunjungi salah satu instansi buat mengetahui keadaan yang sebenarnya. Janganlah kita menunggu di kantor saja. Apabila saudara mendapatkan sesuatu jalan buat melenyapkan sesuatu keburukan bagi Murba, hendaklah saudara mengambil tindakan secepat-cepatnya. Kalau bisa degan jalan legal, menurut undang-undang. Kalau terpaksa dengan memakai desakan Murba secara teratur. Perubahan nasib yang kita peroleh itu adalah satu modal pendorong untuk mendapatkan kepercayaan terus-menerus. Cobalah saudara perhatikan bagaimana seorang zending bekerja. Sedikit demi sedikit dia menyabut kepercayaan pengikutnya dengan perkataan dan perbuatan. Kita adalah zending, yakni zendingnya Revolusi.
Dengan perantara Komite, seperti yang tersebut di atas, dengan cara lapor-melaporkan pekerjaan masing-masing kepada Komite tadi dan dengan bersama-sama merundingkan sikap atau tindakan kita, kita melaksanakan kerja sama di antara Partai Rakyat Jelata, Partai Buruh Merdeka, dan Partai Rakyat. Bersama-sama kita mempersoalkan yang mudah nampaknya. Meninjau perbuatan teman dan diri sendiri kita akan lupa, bahwa belum lama berselang ada tiga arti dan tiga aliran. Kita akan lupa bahwa si Polan dari Partai Anu sekarang adalah pemimpin kita dan peleburan jiwa itu perlu dan bisa didapat dengan peleburan kerja. Apabila buat teman yang memanggul senapan, yang ada di daerah pendudukan. Begitu juga dalam urusan ekonomi.
Mereka yang memanggul senapan, sudah menjadi penjaga desa terhadap musuh yang menyerbu, dan menjadi pelopor di garis pertempuran. Dia menjadi tukang masak di dapur umum, menjadi juru rawat kalau ada orang sakit, menjadi guru buta-huruf, karena tidak banyak yang bisa menulis. Pahlawan semacam itu akan dianggap dokter ekonomi atau jenderal, karena bagi orang desa tak ada orang yang lebih luruh. Disinilah baru timbul apa yang dinamakan kepercayaan, kontak, autoriteit.
Dia adalah orang kuat, orang yang disegani di desa, di masa pertempuran mereka akan ikut, karena mereka sudah insyaf tidak mau berhutang budi kepada pemimpinnya. Sdr. dianggap sebagai bapak dalam kesulitan. Seperti bagi seorang anak tidak ada yang lebih baik dari ibunya karena perbuatan, maka dengan perbuatan itulah pula kita mengikat hati orang desa.
Kalau ada penyerbuan, itu akan ditolak oleh desa itu sendiri bersama dengan saudara. Begitulah psikologis orang desa. Tidak ada bangsa yang lebih sehat jiwanya dari pada penduduk desa Indonesia ini. Pergunakanlah kekuatan jiwa itu. Kalau sebuah desa tak bisa lagi dipertahankan, hendaknya lari ke daerah Gerpolek dan taruhlah gantinya pemimpin yang belum dikenal. Dengan demikian maka urusan desa akan berlangsung seperti biasa, simpati terus terpendam, dan anggota yang tinggal akan tetap terlindung. Dengan begitu tidak ada keamanan bagi musuh. Mereka akan menjumpai sabotase dari penduduk desa.
Pendek kata, musuh tidak akan bisa memegang desa semacam itu. Itulah daerah Gerpolek yang tidak mau berada di bawah pemerintahan asing dan tiada lagi berada di bawah pemerintah Linggarjati-Renville tidak ada lagi buat ditaati dan di sinilah akan berdiri desa pertama yang menjalankan proklamasi kemerdekaan. Belanda tidak akan sanggup menaklukan seluruh Indonesia selama jiwa proklamasi terus menyala. Ongkos perang Belanda kian hari kian besar. Kepercayaan asing kian jatuh, sedangkan asing kian hari kian membutuhkan hasil bumi kita. Asing akan memperoleh barang tersebut dari tangan kita sendiri. Sekali asing menerima hasil bumi itu dari tangan kita, dengan sendirinya pada saat itulah kita dalam hakekatnya menerima pengakuan de facto, pengakuan de jure terserah kepada asing!
Amerika juga sesudah merdeka 7 tahun, menerima pengakuan baru 13 tahun dan memilih presiden. Proklamasinya Soviet tahun 1917, baru tahun 1933 mendapat pengakuan de jure dari salah satu negeri besar. Jadi negara kita tidak mati atau hidup dengan pengakuan. Sekali lagi, kita tidak perlu menang langsung buat menang. Belanda berharap hancurkan benar-benar tentara kita. Kalau tidak ada lagi gerpolek, baru dia menang. Kita tidak perlu menguasai seluruhnya daerah Indonesia. Tetapi Belanda akan terpaksa menarik kembali tentaranya kalau tak sanggup menghancurkan seluruhnya tentara dan lasykar. Kalau kita sudah merdeka maka kita akan menguasai kekayaan yang luar biasa besar, berupa getah, teh, kina, gula, minyak tanah dll. Di hutan Sumatera saja terdapat hasil seperti rotan, kayu besi, kabur barus, gading gajah, dan hewan yang dagingnya bisa dijual ke luar negeri.
Jadi pendeknya, kekayaan kita walaupun kita misalnya membumi hanguskan perkebunan, belum habis. Kita mempunyai reserve harta benda yang luar biasa dalam hutan dan bumi kita.
De facto sudah ada pada waktu Belanda menarik diri dari daerah gerpolek. Jika kita ingin diakui oleh asing, maka lebih dahulu haruslah kita mengakui kekuatan kita sendiri. Terhadap dunia internasional kita menunjukkan kepercayaan atas kekuatan diri kita sendiri dan memakai semua kesempatan yang akan memberi perbaikan buat revolusi ini dalam suasana internasional dan nasional seperti sekarang.
Terhadap serangan imperialis Belanda dan daya upaya dari pihak lain. Kita menyambutnya semua dengan tenang, azas tujuan yang pasti, organisasi yang benar-benar hidup, yang berdisiplin buat dirinya sendiri, yang berhubungan rapat dengan tentara, yang kalau sudah sampai waktunya akan kita kerahkan menghancurkan imperialisme manapun yang menyerbu bumi kita.
Usaha kita di hari depan ini ialah mengadakan satu partai dalam arti, partai massa, dimana yang bekerja di antara massa tadi itulah yang dinamakan kader, yang memakai disiplin dan bersikap konsekwen dalam segala-galanya, yang memegang teguh tujuan dan anggaran dasar, serta semua putusan yang diambil bersama.
Kalau saudara kembali ke kampung, saya harap melaksanakan peleburan itu, seperti sudah terlaksana antara pucuk pimpinan yang sudah banyak memperlihatkan goodwill. Walaupun sekarang bisa dilihat begitu, tetapi juga saudara kalau sudah sampai di cabang, di desa dilupakan, bahkan saudara Maruto Nitimiharjo adalah bekas ketua Partai Rakyat, saudara Syamsu Hariyaudaya Ketua Partai Buruh Merdeka, saudara St Dawanis ketua Partai Rakyat Jelata, tetapi mereka adalah pemimpin saudara-saudara lainnya semua.
Supaya saudara di desa menerangkan bahwa mereka bukan pemimpin dari Partai Rakyat, atau Partai Buruh Merdeka atau Partai Rakyat Jelata, melainkan pemimpin “PARTAI MURBA”.
Maka kemarin ada kritik dari Malang, yang biasa berbicara dengan tajam dan saya senang, mengulangi perkataan saudara dari Malang di kongres ini, bahwa mungkin Sdr. Sukarni kelak akan berjibakutai.
Tetapi jelas, bahwa Sdr. Sukarni selama 3 tahun dijibaku-tai-in oleh dinding batu dan teruji besi, di Ponorogo, Madiun, dan Magelang. Selanjutnya dijibakutai oleh penyakit dan oleh perasaan tidak boleh bergerak bersama dengan saudara sekalian.
Sudah banyak saudara Sukarni menghadapi soal yang sulit yang tidak bisa diselesaikan begitu saja, karena memerlukan kesabaran.
Selain dari pada itu disamping hal-hal itu ada temannya yang juga menandingi. Lihat saja saudara Syamsu yang berdiri seperti batu karang, yang tidak bisa diombang-ambingkan ombak perasaan; sdr. Dawanis yang juga di Jakarta dan Jatinegara terpaksa menyeludup ke sana-sini, yang terpaksa melalui penjara Belanda, baru sampai ke sini; didampingi oleh sekertaris jenderalnya yang dia kenal dari dulu, yang tidak banyak bicara, tetapi meminta bukti, ialah Pandu Karta Wiguna. Begitu pula saudara Maruto yang selalu memperhitungkan lebih dahulu, dan perlu memperhitungkan, dan sekali lagi memperhitungkan masak-masak; jangan meloncat seperti kodok dengan tidak berpikir lebih dahulu.
Kalau mengingat suasana, apalagi desakan dua golongan dari saudara sekalian sendiri, tidak akan terjadi jibakutai itu.
Jadi pendeknya, yang penting di sini, ialah keinsyafan dan kesanggupan menghadapi ancaman yang datang dari luar dan dalam terhadap Republik dan diri sendiri.
Penutup
Keperluan buat menyusun tenaga yang tahan hujan dan panas, ialah tenaga Murba, atas dasar bukan buat mempermain-mainkan, atau memperolok-olok Murba, tetapi untuk maksud, cita-cita dan siasat Murba, bukan buat runding-rundingan, membelok-belokkan Murba untuk maksud sendiri, melainkan untuk maksud Murba.
Dengan keinsyafan begitu dan dengan usaha, kemauan, kecakapan dan keyakinan saudara atas kekuatan Murba ini, kalau kelak sudah tersusun golongannya, kita akan sanggup menghadapi serangan dari luar dan dalam.
Atas keyakinan itu hendaknya saudara pulang, supaya kalau saudara kembali kerja buat merundingkan persoalan yang timbul dalam pekerjaan saudara, supaya Murba Indonesia kelak sampai ke tingkat yang lebih tinggi dan bisa terus ke tingkat setinggi-tingginya, yaitu kemerdekaan Indonesia 100%