The Prospector: A Tale of the Crow's Nest Pass

Chapter 3

Chapter 32,749 wordsPublic domain

“jika terinfeksi oleh demam yang tak kunjung hilang, lafalkan Mantra Agung sebanyak 21 kali ditujukan kepada kulit harimau, macan tutul atau serigala, selimutkan kulit tersebut ke sekujur tubuh, maka demam pun akan segera turun. Kulit singa merupakan pilihan yang paling baik.”

“Jika seseorang digigit oleh ular, ambil kotoran telinga sang pasien, lafalkan Mantra Agung sebanyak 21 kali ditujukan kepada kotoran telinga tersebut, letakkan pada luka bekas gigitan, maka luka akan segera sembuh.”

“Jika kejahatan melanda hati, sungguh merana hingga berkeinginan untuk mengakhiri kehidupannya, maka carikan peach-gum (*) sebesar buah persik, campurkan satu mangkuk air yang bersih kemudian dimasak dan diambil sarinya ke dalam setengah mangkuk. Lafalkan Mantra Agung sebanyak 7 kali ditujukan kepada mangkuk ramuan tersebut, kemudian diminum semuanya, maka penyakit akan sembuh. Ramuan ini tidak boleh diracik oleh seorang wanita.”

(* peach gum = di China digunakan untuk pengobatan dan bisa untuk dimakan)

“Jika engkau dipengaruhi oleh makhluk halus, lafalkan Mantra Agung ini sebanyak 21 kali ditujukan kepada dupa Guggula kemudian dinyalakan dan dihisapkan ke hidung, kemudian buatkan 7 pil dari dupa Guggula masing-masing sebesar feses kelinci, lafalkan Mantra Agung sebanyak 21 kali, maka engkau akan sembuh kembali. Hati-hati untuk tidak mengkonsumsi obat-obat bius atau minuman beralkohol, tidak memakan makanan dari hewani atau memakan 5 jenis bawang-bawangan atau sejenisnya, dan jangan melukai orang lain. Jika menjumpai Manahsila (Realgar: sejenis belerang), campurkan dengan biji buah mustard yang putih dan garam YanSheng, kemudian lafalkan Mantra Agung sebanyak 21 kali ditujukan kepada campuran tersebut kemudian dibakar di bawah ranjang pasien, maka makhluk halus itu akan pergi, tidak berani untuk tinggal lebih lama.”

“Untuk yang menderita masalah pendengaran, lafalkan Mantra Agung sebanyak 21 kali ditujukan kepada minyak wijen dan teteskan kedalam telinga, maka penyakit akan sembuh.”

“Jika seseorang menderita penyakit lumpuh, hidung seakan tertutup, kaki dan tangan tidak dapat digerakkan, maka engkau harus mencampur minyak wijen dengan rempah-rempah dari kayu hijau (Green-wood-spice), kemudian dimasak dan lafalkan Mantra Agung sebanyak 21 kali kemudian dioleskan ke sekujur tubuh, maka penyakit akan selamanya berakhir. Cara yang lain, lafalkan Mantra Agung sebanyak 21 kali ditujukan kepada feses sapi yang murni, kemudian oleskan ke sekujur tubuh, maka penyakit akan sembuh.”

“Untuk masalah kehamilan, lafalkan Mantra Agung sebanyak 21 kali ditujukan kepada minyak wijen dan dioleskan di hidung dan di pintu kelahiran, maka sang ibu akan lancar melahirkan.”

“Jika bayi meninggal di dalam perut, carikan satu lerng(*) herbal dari dedaunan mint, campurkan dengan 2 mangkuk air bersih, kemudian dimasak, disaring ke dalam 1 mangkuk. Lafalkan Mantra Agung sebanyak 21 kali ditujukan kepada mangkuk ramuan tersebut kemudian diberikan kepada sang pasien, maka janin akan keluar, dan sang ibu tidak akan menderita. Jika plasenta bayi tidak keluar, berikan obat itu kembali maka semuanya akan berjalan lancar.”

(* Lerng: unit ukuran masa tiongkok)

“Jika engkau menderita penyakit jantung, sering merasakan kesakitan, carikan dupa Fume-Land dengan ujung yang sempurna, lafalkan Mantra Agung sebanyak 21 kali ditujukan kepada dupa tersebut, kemudian dikunyah dan ditelan sedikit atau banyak. Sampai saatnya akan muntah-muntah atau diare, maka penyakit tersebut akan sembuh. Jangan memakan 5 macam bawang-bawangan, jangan memakan daging dan jangan meminum alkohol atau sejenisnya.”

“Jika terbakar api, lafalkan Mantra Agung sebanyak 21 kali ditujukan kepada feses sapi hitam, kemudian pelan-pelan dioleskan di atas luka bakar, maka penderitaan akan membaik.”

“Jika terinfeksi cacing hati, lafalkan Mantra Agung sebanyak 21 kali ditujukan kepada setengah mangkuk urine dari kuda putih dan diminum, maka penyakit akan sembuh. Jika penyakit sangat serius, ambil sampai dengan 1 mangkuk, maka cacing-cacing hati akan keluar seperti tali-tali yang saling terikat.”

“Untuk sakit ujung kuku carikan beberapa daun Ling-Sil, dihaluskan dan diambil sarinya, lafalkan Mantra Agung sebanyak 21 kali ditujukan kepada ramuan tersebut, kemudian dioleskan di bagian yang sakit, tarik akar kuku yang sakit, maka sakit akan segera sembuh.”

“Jika mata digigit lalat, carikan feses keledai yang masih segar, saringkan dan diambil isi cairannya, lafalkan Mantra Agung sebanyak 21 kali ditujukan kepada cairan tersebut, teteskan ke mata yang terjangkit saat akan tidur, maka penyakit akan segera sembuh.”

“Jika terserang sakit perut, campurkan air sumur murni dengan garam YanSheng untuk dibuatkan 21 butiran, lafalkan Mantra Agung ditujukan kepada butiran ramuan tersebut, telan setengah mangkuk butir ramuan, maka penyakit akan segera sembuh.”

“Untuk penyakit mata merah, neoplasm atau katarak, coba carikan beberapa dedaunan Mespilus germanica (Chinese-wolfberry/Gau-Gey), haluskan dan diambil sarinya, lafalkan Mantra Agung sebanyak 21 kali ditujukan kepada ramuan tersebut, letakan satu koin tembaga ke dalam ramuan satu malaman, lafalkan Mantra Agung sebanyak 7 kali atau lebih, teteskan ke mata, maka penyakit akan sembuh.”

(* Pada jaman kedokteran yang serba modern dan higienis, sistem pengobatan di atas mungkin bisa diatasi oleh ilmu kedokteran masa kini, lafalkan Mantra Agung setulus hati dengan keinginan untuk segera sembuh, maka secara disadari atau tidak, karma baik dan kondisi berobat akan terbentuk atau orang-orang budiman akan segera membantu proses penyembuhan (kondisi demikian banyak dialami oleh Pelafal Mantra Agung di masa ini).)

“Jika seseorang sedang ketakutan, tidak merasa tentram pada waktu malam hari, atau ketakutan sewaktu memasuki dan meninggalkan rumah, buatkan kalung dari benang atau tali berwarna putih, kemudian lafalkan Mantra Agung sebanyak 21 kali ditujukan kepada kalung tersebut, buatkan simpul sebanyak 21 kali dan dikalungkan, maka ketakutan akan segera lenyap. Bukan hanya ketakutan, bahkan dosa-dosanya pun akan lenyap.”

“Jika siapa saja mendapati kemalangan dalam keluarganya, carikan cabang-cabang pohon jambu, potong sebanyak 1008 potongan, oleskan ghee (*) dan madu pada masing-masing ujungnya, lafalkan Mantra Agung sekali kemudian potongan dibakar, lakukan proses tersebut sebanyak 1008 kali, maka kemalangan akan segera lenyap. Ritual tersebut harus dilakukan di depan patung Sang Buddha.”

(* ghee: mentega dari susu sapi, tidak ada unsur air dalam kandungannya)

“Jika engkau melafalkan Mantra Agung sebanyak 21 kali ditujukan kepada potongan kain berwarna putih, kemudian diikat di lengan kanan, maka engkau akan selalu menang dalam perdebatan di semua tempat perdebatan.”

“Jika engkau mencari beberapa cabang berdaun dari pohon Mespilus germanica, kemudian dipotong menjadi 1008 potongan, oleskan ghee putih dari susu sapi asli dan madu di ujung potongan, lafalkan Mantra Agung ditujukan kepada tiap potongan kemudian dibakar, lakukan proses demikian untuk tiap 1008 potongan. lakukan 3 kali seharinya selama 7 hari, maka sebagai Ahli Mantra Agung, engkau akan menyadari Kebijaksanaan Agung dengan sendirinya.”

(* Untuk ritual seperti di atas, sangatlah sulit untuk melafal kira-kira lebih dari 3000 lafalan seharinya, Jika ada keraguan, mohon ditanyakan langsung kepada Bikhsu, Bikshuni, Upasaka atau Upasika Pelafal Mantra Agung atau Sukong Dharmasagaro, Mahayanaka, Vihara Vajrabodhi Bogor (Beliau ahli dalam hal mantra dan mudra). Atau tanyakan langsung melalui email ke City of 10000 Buddhas di San Fransisco (Master Hsuan Hua (telah tiada) adalah pelopor City of 10000 Buddhas, ketika masa mudanya sering melafal Mantra Agung Mahakaruna Dharani terhadap orang yang lumpuh atau sakit dengan bersikap anjali sambil mengitari sang pasien dan mereka langsung sembuh seketika. Beliau juga sangat ahli dalam hal meditasi.).)

“Jika engkau ingin menguasai makhluk halus yang sangat kuat dan perkasa, carikan beberapa kayu Wan-Tzee, lafalkan Mantra Agung sebanyak 49 kali ditujukan kepada kayu-kayu tersebut, oleskan ghee dan madu pada kayu-kayu tersebut dan kemudian dibakar semua.”

“Jika engkau mengisi bezoar sebanyak satu lerng penuh ke dalam botol yang terbuat dari batu permata biru (lapis-lazuli), kemudian di depan patung Bodhisattva Avalokitesvara yang Maha Pengasih, lafalkan Mantra Agung sebanyak 108 kali ditujukan kepada botol tersebut, oleskan bezoar ke sekujur badan, kemudian oleskan satu titik di kening, maka para Dewa, Naga, makhluk halus, manusia atau bukan manusia semua akan merasa senang.”

(* Bezoar: isi perut sapi yang keras berupa buah-buahan, pada jaman dulu digunakan untuk antidot racun)

“Jika diborgol atau dipenjara, cari feses dari burung merpati putih, lafalkan Mantra Agung sebanyak 108 kali ditujukan kepada feses tersebut, oleskan pada tangan dan pegang borgol dan kunci, maka borgol dan kunci akan terbuka dengan sendirinya.”

“Jika sepasang suami istri tidak rukun dan harmonis, keadaannya seperti air dan api, carikan bulu bagian belakang dari bebek mandarin, di depan patung Bodhisattva Avalokitesvara yang Maha Pengasih, lafalkan Mantra Agung sebanyak 1008 ditujukan kepada bulu-bulu tersebut dan berikan kepada kedua pasangan itu untuk dipakai, maka pasangan suami istri tersebut akan berbahagia dan saling menghormati dan mencintai satu dengan lainnya sampai akhir hayatnya.”

“Jika biji-bijian dan buah-buahan diserang dan dimakan oleh serangga, carikan abu bersih atau pasir bersih atau air bersih, lafalkan Mantra Agung ditujukan kepada abu atau pasir atau air tersebut, taburkan di sekeliling kebun dan pada tunas-tunas yang baru tumbuh, maka serangga akan pergi. Jika engkau memercikan Air Mantra pada pohon buah-buahan, maka serangga tidak akan berani memakan buah-buahan tersebut.”

“Untuk mencari kekayaan, kemakmuran atau segala kebutuhan hidup, gunakan Mudra Wish Fulfiling Jewel.

Untuk mencapai kehidupan yang stabil dalam segala kondisi yang tidak stabil, gunakan Mudra Pasa.

Untuk segala macam penyakit perut, gunakan Mudra Precious Bowl.

Untuk mengalahkan semua jenis makhluk halus, gunakan Mudra Precious Glave (double edge sword).

Untuk Mengalahkan semua dewa Mara dan Dewata, gunakan Mudra Vajra.

Untuk mengalahkan semua musuh, gunakan Mudra Vajra Pestle.

Untuk melenyapkan semua rasa takut dalam segala situasi, gunakan Mudra Abhayam-Dada.

Untuk menyembuhkan mata rabun, gunakan Mudra Mani Sun-Quintessence.

Jika seseorang menderita kepanasan, untuk melenyapkannya, gunakan Mudra Mani Moon-Quintessense.

Untuk mencapai jabatan yang lebih baik, gunakan Mudra Precious Bow.

Untuk bertemu dengan semua sahabat budiman secepat mungkin, gunakan Mudra Precious Arrow.

Untuk menyembuhkan semua penyakit dalam tubuh, gunakan Mudra Willow Branch.

Untuk melenyapkan semua halangan dan kemalangan dalam tubuh, gunakan Mudra White Whisk.

Untuk hubungan baik antar anggota keluarga, gunakan Mudra Precious Vase.

Untuk menghindari harimau, serigala, rubah, macan tutul atau binatang sejenisnya, gunakan Mudra Shield.

Untuk selalu merasa damai dan tentram, gunakan Mudra Axe-Tomahawk.

Untuk menguasai manusia baik lelaki atau wanita, gunakan Mudra jade Bracelet.

Untuk segala jasa dan pahala, gunakan Mudra Whita Lotus.

Untuk kelahiran di Tanah Suci Para Buddha di sepuluh penjuru, gunakan Mudra Blue Lotus.

Untuk kebijaksanaan agung, gunakan Mudra Precious Mirror.

Untuk bertemu dengan semua Para Buddha di sepuluh penjuru, gunakan Mudra Purple Lotus.

Untuk menjumpai harta berharga di bawah tanah, gunakan Mudra Precious Box.

Untuk mencapai keabadian para Pertapa Suci, gunakan Mudra Five Colored Cloud.

Untuk kelahiran di Surga Brahma, gunakan Mudra Bath Bottle.

Untuk kelahiran di Istana Surgawi, gunakan Mudra Red Lotus.

Untuk menghalau orang yang berhianat di tempat yang jauh, gunakan Mudra Precious Halberd.

Untuk memanggil semua Surga Dewata yang budiman, gunakan Mudra Precious Trumpet Shell.

Untuk menguasai semua makhluk halus, gunakan Mudra Skull Staff.

Untuk meminta Para Buddha di sepuluh penjuru untuk datang dan mengusapkan kepala, gunakan Mudra Prayer Beads.

Untuk mendapatkan Suara Brahma Agung, gunakan Mudra Precious Bell.

Untuk memiliki kelancaran dalam berbicara, gunakan Mudra Precious Seal.

Untuk selalu dijaga oleh para Dewa dan Raja Naga yang budiman, gunakan Mudra Kusinagara Iron Hook.

Untuk melindungi semua makhluk dengan welas asih, gunakan Mudra Tin Staff.

Untuk membuat semua makhluk saling menghargai dan mengasihi, gunakan Mudra Joining Palms.

Untuk kelahiran di sisi Sang Buddha selamanya, gunakan Mudra Nirmana Buddha.

Untuk kelahiran di Istana Para Buddha selamanya, dan tidak pernah terlahir dari kandungan, gunakan Mudra Nirmana Istana.

Untuk mendapatkan kepandaian dalam ilmu pengetahuan, gunakan Mudra Precious Sutra.

Jika engkau menginginkan dalam kehidupan saat ini sampai dengan kehidupan di masa depan saat pencapaian ke-Buddhaan, engkau tidak ingin lepas dari Hati Suci, gunakan Mudra Non-retrogression Gold Wheel.

Jika engkau menginginkan Para Buddha dari sepuluh penjuru tiba, mengusap dan meramalkan pencapaian ke-Buddhaan di masa mendatang, gunakan Mudra Summit Nirmana Buddha

Untuk buah-buahan, melon dan berbagai sayur mayur, gunakan Mudra Grape. Masih ribuan Mudra yang belum dijelaskan, Saya hanya memberitahukan sebagian saja.”

(* Untuk mengetahui hal mengenai Mudra (simbol tangan suci), mohon ditanyakan langsung kepada Bikhsu atau Bikhsuni aliran Vajrayana atau Mantrayana)

Bodhisattva Suryaprabha kemudian mengucapkan Mantra untuk para Pelafal Mantra Kasih Sayang dari Hati Suci yang Maha Agung, untuk perlindungan:

“Namo Buddha Kunami, Namo Dharma Mahadi, Namo Sangha Tayeni, DhriBhuBhi Sattva Yam Namo”

“Mantra ini dapat melenyapkan semua dosa, dan menghalau makhluk jahat termasuk bencana alam. Jika seseorang dapat melafal Dharani ini dengan membungkuk hormat di depan Para Buddha, 3 kali seharinya, maka di masa mendatang akan mendapatkan tubuh dan wajah yang rupawan.

Candraprabha juga mengucapkan Dharani untuk melindungi Sang Pelafal:

“Sumdhidi Tusuza Ahjamidi Uduza SumKiza Bolaidi Yemijaza Uduza Kuladiza Kimoza Svaha”

“Lafalkan Mantra ini 5 kali, buatkan Kalung-Mantra dari tali atau benang 5 warna, kemudian gunakan pada yang sakit. Mantra ini telah diucapkan oleh Para Buddha masa lampau sebanyak pasir dari 40 sungai Gangga, saat ini telah kuucapkan, untuk melindungi para Pelafal Mantra Agung, untuk menghalau rintangan dan kemalangan, untuk menyembuhkan semua penyakit serius dan melenyapkan semua penderitaan, untuk menyempurnakan semua ajaran Dharma, untuk melenyapkan rasa takut.”

Sang Buddha kemudian berkata kepada Ananda: “Engkau harus menerima dan mengingat Dharani Kasih Sayang Maha Agung ini dengan ketulusan hati, sebar-luaskan ke seluruh Jambudvipa dan jangan pernah membiarkannya lenyap. Dharani ini dapat memberikan manfaat yang besar kepada semua makhluk di Tiga Alam Kehidupan, semua makhluk yang menderita sakit dapat mengunakan Dharani ini untuk penyembuhan. Pohon kering pun dapat tumbuh cabang, bunga dan buah-buahan jika seseorang melafal Dharani Agung yang ditujukan pada pohon tersebut. Maka, tidaklah mungkin jika semua penyakit semua makhluk tidak dapat disembuhkan oleh Dharani ini.”

“Orang yang budiman, kekuatan luar biasa dari Dharani ini sungguh tak terbayangkan dan pujian agung tidak akan dapat melukiskannya secara penuh dan sempurna. Jika seseorang tidak menanam akar kebaikan sejak masa kehidupan yang sangat lampau, ia tidak akan mampu mendengar walau hanya nama dari Dharani ini, apalagi untuk dapat membacanya. Engkau semua dalam persamuan ini, baik para Dewa, manusia, Naga dan makluk halus harus berbahagia mendengar pujianku. Perkataan yang menjelekkan Dharani ini, berarti sama dengan menjelekkan Para Buddha sebanyak pasir dari 9,9 milyar sungai Gangga.

Jika ada siapa saja yang merasa ragu atau tidak mempercayai Dharani ini, kita semua seharusnya tahu bahwa ia benar-benar kehilangan manfaat besar selamanya. Selama milyaran kalpa, ia akan jatuh ke alam penderitaan (makhluk neraka, makhluk halus kelaparan dan alam binatang) dan tidak dapat membebaskan diri, ia tidak akan dapat bertemu Para Buddha, tidak akan dapat mendengar ajaran Dharma dan tidak akan dapat bertemu Sangha.”

Setelah mendengar Sang Buddha Sakyamuni Tathagataya mengagungkan Dharani ini, semuanya dalam Persamuan Agung, Para Bodhisattva-Mahasattva, Vajrasattva, Brahma, Dewa Sakra, para Dewata, 4 Dewa Caturmaharajaloka, Naga dan para makhluk halus semuanya merasa bahagia, mereka menerima ajaran Dharma ini dengan penuh hormat dan langsung menjalankannya.

Mantra Kasih Sayang Maha Agung dalam ucapan Sansekerta dimana versi ejaan Hanyu Pinyin berasal:

Namo ratna-trayāya

Namo āriyā-valokite-śvarāya

Bodhi-sattvāya Maha-sattvāya Mahā-kārunikāya

Om sarva rabhaye sudhanadasya

Namo skritva imam āryā-valokite-śvara ramdhava

Namo narakindi hrih Mahā-vadha-svā-me

Sarva-arthato-śubham ajeyam

Sarva-sata Namo-vasat Namo-vāka mavitāto

Tadyathā Om avaloki-lokate-karate-e-hrih

Mahā-bodhisattva Sarva sarva Mala mala

Mahi Mahi ridayam Kuru kuru karmam

Dhuru dhuru vijayate Mahā-vijayati

Dhara dhara dhrini śvarāya cala cala

Mama vimala muktele

Ehi ehi śina śina ārsam prasari

viśva viśvam prasaya

Hulu hulu mara Hulu hulu hrih

Sara sara Siri siri Suru suru

Bodhiya Bodhiya Bodhaya Bodhaya

Maitreya narakindi dhrish-nina bhayamana svāhā

Siddhāya svāhā Maha siddhāya svāhā Siddha-yoge-śvaraya svāhā

Narakindi svāhā Māranara svāhā śira simha-mukhāya svāhā

Sarva mahā-asiddhaya svāhā Cakra-asiddhāya svāhā

Padma-kastāya svāhā Narakindi-vagalāya svaha

Mavari-śankharāya svāhā

Namo ratna-trāyāya

Namo āryā-valokite-śvaraya svāhā

Om Sidhyantu mantra padāya svāhā

Terjemahaan Mantra Kasih Sayang Maha Agung kedalam Bahasa Indonesia oleh Suhu Virya Guna, Avalokitesvara Vipassana Graha:

Aku bersujud ke hadapan Triratna

Aku bersujud ke hadapan Yang Mahatahu

Bodhisattva, Makhluk Agung, Yang Mahapengasih

Om , Beliau yang serba-tak-kenal-gentar

Aku bersujud dengan memasuki batin Yang Mahatahu

Aku bersujud ke hadapan Beliau Yang Berleher-biru, Yang Memiliki Kebajikan Agung

Yang Memiliki Kemuliaan Tak-terkalahkan. Yang memberikan kebahagiaan kepada semua makhluk dari keluarga apa pun di seluruh alam

Demikian: Om , Yang Mahatahu.Yang mengatasi dunia ketidak kekalan ini

Oh, Hari Bodhisattva agung semua mustika

Yang Berhati-agung, membuat kesuksesan, kesuksesan (bagi pembacanya)

Kemenangan yang gemilang, kemenangan yang agung

Seru-sekalian-alam, waspada, waspadalah

Guncang, guncanglah, bebaskan aku dari noda batin

Datang, datanglah, dengar,dengarlah kegembiraan yang muncul.

Terjadilah, terjadilah dari awal, awal yang baik

Esa, Esa, pergi, bencana, bencana, iri, iri, lenyap, lenyap

Cerah, cerahlah; bangun, bangunlah

Aku bersujud ke hadapan Beliau - Yang Penuh Welas-asih, Yang Berleher -biru, Yang Patut Dipandang

Yang Tak kenal gentar, svaha. Yang Gaib, svaha. Yang Maha-gaib, svaha

Beliau, Pertapa Yogi Gaib Yang Selalu mendengar, svaha. Yang Berleher-biru, svaha

Beliau Yang Laksana-banteng, svaha. Yang berwajah-singa, svaha

Beliau yang memiliki kemampuan gaib agung, svaha. Beliau yang memiliki kegaiban cakra, svaha.

Pemegang Bunga-teratai, svaha. Pencipta Berleher-biru, svaha

Maha mulia nan agung yang penuh kasih sayang, pemurah, svaha

Aku bersujud ke hadapan Triratna

Aku bersujud ke hadapan Yang Mahatahu, svaha

Om , semoga jalan mantra ini menghasilkan kegaiban, svaha.

Mantra Kasih Sayang Maha Agung dalam ucapan Sansekerta versi Tibet dari Bodhisattva Avalokitesvara Sebelas Wajah yang banyak dilagukan:

Namo Ratna Trayaaya

Namah Aarya jn~aana Saagara Vairocana

Vyuuha Raajaaya Tathaagataaya Arhate Samyak-sambuddhaaya

Namah Sarva Tathaagatebhyah Arhatebhyah

Samyak-sambuddhebhyah

Namah Aarya avalokite S/varaaya

Bodhisttvaya Mahaa-sattvaya Mahaa-kaarun.i-kaaya

Tadyathaa Aum Dhara dhara Dhiri-dhiri Dhuru-dhuru

It.t.e va-it.t.e cale cale Pra-cale-pra-cale

Kusume kusumavare ilim ili citi

jvala maapanaaya svaahaa

Kategori:Buddha Kategori:Terjemahan