The Girl from Montana

Chapter 2

Chapter 2866 wordsPublic domain

Kita masih hidup banyak kesulitan yang telah kita kalahkan! Yang kita capai belum lagi yang kita harapkan, akan tetapi bukti-bukti adalah cukup, bahwa kita maju di segala lapangan. Kedudukan pemerintah yang telah kuat, keluar dan kedalam.segala hal yang harus diperbaiki lagi akan terus diperbaiki, disempurnakan. Susunan pemerintah akan disempurnakan, susunan tentara akan disempurnakan. Pengangkutan beras ke India serta segala akibatnya—sepertinya pembagian barang-barang yang akan diterima dari India—akan terus diselenggarakan serapih-rapihnya. Kekuatan bertahan kita di atas segala lapangan diperbaiki terus, dengan pimpinan Dewan Pertahanan Negara dan Dewan Militer.

Bagaimana banyak juga lagi kesulitan di hadapan kita—terutama jika pihak Belanda berniat akan mengadakan gerakan militer di negeri kita ini—InsyaAllah kita terus maju. Yang paling berat telah kita lalui. Kepada tentara diletakkan kewajiban yang sangat berat sekarang, yaitu menjaga, supaya tiap-tiap percobaan pihak Belanda untuk mengalahkan kita dengan paksaan senjata, gagal. Kita tidak mau dijajah lagi. Rakyat seluruhnya pun harus tetap tekadnya menolak segala serangan perkosa dari lawan, dengan segala tenaga dan segala alat yang ada padanya. Kita cinta damai, tetapi kita lebih lagi cinta kemerdekaan. Kita memelihara perdamaian hingga batas yang sejauh-jauhnya, tetapi kita sekalian akan bertahan habis-habisan terhadap tiap-tiap perkosaan pada Republik kita dan bangsa kita ! apakah Republik Indonesia harus dihancurkan ? kalau Republik Indonesia dihancurkan maka perdamaian akan hancur. Maka kesejahteraan Dunia akan hancur, maka Ekonomi Dunia akan hancur, maka Demokrasi akan hancur, dan sebagai gantinya akan datang kekacauan terus menerus. Kita mendirikan Republik karena kita cinta Demokrasi, Kesejahteraan Dunia, persaudaraan bangsa. Kita mendirikan Republik untuk kebaikan kita sendiri, dan untuk kebaikan Dunia. Kita mengetahui, bahwa soal Indonesia—satu bagian daripada soal Dunia—menarik perhatian seluruh Dunia, dan bahwa soal Indonesia itu barangkali malah lebih penting daripada beberapa soal yang harus dipertahankan oleh pemimpin-pemimpin yang bertanggung jawab atau politik luar negerinya serikat bangsa-bangsa. Kita sendiri ingin selekas-lekasnya ikut serta dalam usaha mendirikan perdamaian Dunia dan dalam usaha rekonstruksi ekonomi Dunia. Oleh karena itulah, maka kita berseru kepada semua bangsa-bangsa di Dunia yang cinta damai, kepada semua bangsa-bangsa yang cinta demokrasi, kepada semua bangsa-bangsa yang bertanggung jawab atas perdamaian dunia dan kesejahteraan dunia, supaya membantu agar supaya Republik Indonesia lekas diakui. Sekali lagi, kita cinta damai, tetapi lebih lagi kita cinta kemerdekaan. Kita memelihara perdamaian sampai batas yang sejauh-jauhnya, tetapi kalau kita diperkosa oleh pihak Belanda, kita akan melawan ! melawan—dengan tidak gentar, sebab Tuhan yang Maha Adil dan Maha Kuasa adalah kita punya Jenderal !

Paduka Tuan Ketua Badan Pekerja Komite Nasional Pusat !

Rakyat Indonesia di seluruh Kepulauan Indonesia !

Pada hari Ulang Tahunnya Proklamasi kita ini, saya menundukkan kepala untuk mengheningkan terima kasih kita kepada Tuhan seru sekalian alam. Saya menundukkan kepala pula, untuk menyatakan hormat kepada semua pahlawan-pahlawan Indonesia yang telah gugur, dan semua korban-korban di atas padang kehormatan membela kehormatan bangsa. Saya menyampaikan terima kasihnya bangsa dan pemerintah pula kepada semua orang dan golongan, baik di dalam maupun di luar negeri, yang telah memberi bantuan yang berupa apapun kepada perjuangan kita.

Setahun kita merdeka !

Mari kita berjalan terus. Mari kita berbesar hati. Didalam sejarah dunia, sering orang dengan revolusi mendirikan suatu Republik, tetapi banyak sekali diantaranya yang gagal. Ada yang berumur hanya beberapa bulan, ada yang hanya beberapa minggu. Tetapi Republik Indonesia telah berdiri satu tahun ! Ini adalah perbedaan yang besar ! marilah kita berjalan terus. InsyaAllah, kalau kita dapat berdiri satu tahun, kita dapat pula berdiri dua tahun. Kalau kita dapat berdiri dua tahun, kita dapat pula berdiri tiga tahun, tiga puluh tahun, tiga ratus tahun, dan seterusnya sampai ke akhir jaman—asal kita memenuhi syarat-syarat untuk berdiri terus. Asal Jiwa kita tetap jiwa Merdeka yang lebih baik mati berkalang tanah dari pada hidup bercermin bangkai, asal kegiatan-kegiatan kita emoh mengenal lelah, asal keridloan berkorban kita senantiasa hidup berseri-seri, asal kejujuran kita tidak mau menjadi serong sedikitpun juga, asal kesadaran bernegara bersarang benar-benar di dalam kita punya dada, asal pekerjaan bersama dengan lain-lain bangsa kita selenggarakan dengan sebaik-baiknya, asal kemauan hendak maju tetap menyala-nyala di dalam kalbu kita, asal persatuan Nasional, Ya sekali lagi persatuan Nasional kita jaga—maka Republik tidak akan tenggelam, tetapi akan tetap kekal dan abadi.

Dan kita harus sabar, tak boleh bosan, ulet—terus menjalankan perjuangan, terus tahan menderita. Kita harus Jantan ! jangan putus asa, jangan kurang tabah, jangan kurang rajin. Ingat ! memproklamirkan negara adalah gampang, tetapi menyusun negara, mempertahankan negera, memiliki negara buat selama-lamanya—itu adalah sukar. Hanya rakyat yang memenuhi syarat-syarat sebagai yang saya sebutkan tadi itulah—rakyat yang ulet, rakyat yang tidak bosanan, rakyat yang tabah, rakyat yang jantan—hanya rakyat yang demikianlah dapat bernegara kekal dan abadi. Siapa yang ingin memiliki mutiara harus ulet menahan napas, dan berani terjun menyel$ami samudera yang sedalam-dalamnya. Marilah kita menjadi rakyat yang gemblengan ! Jangan Lembek ! segenap jiwaku, segenap rohku, memohon kepada Tuhan, supaya bangsa Indonesia menjadi satu bangsa yang menjadi penjaga persaudaraan dunia dan kesejahteraan dunia, Suatu bangsa yang kuat, yang ototnya kawat dan balungnya wesi, yang di dalam tubuhnya bersarang jiwa yang terbuat dari zat yang sama dengan zatnya halilintar dan guntur !

Mari kita berjalan terus !

Kearah pengakuan Republik Indonesia !

Kearah kekalnya Republik Indonesia, sampai akhir jaman !

Hidup Ketuhanan Yang Maha Esa !

Hidup Nasionalisme Indonesia !

Hidup Persaudaraan Dunia !

Hidup Demokrasi !

Hidup Kesejahteraan Sosial !

Kepada Tuhan saya mohonkan taufik dan hidayat !

Sekianlah !

Merdeka !

Kategori:Pidato Soekarno‎