The Quest of the Silver Fleece: A Novel
Chapter 2
Apa yang tinggal lagi bagi mereka kini, daripada melawan habis-habisan, jangan sampai kalah nanti? Kalau mereka menang perang, paling celaka mereka harus memikul kezaliman Hitler lebih lama lagi. Tetapi kalau mereka kalah, – ketiadaanlah yang akan menimpa mereka sama sekali! Gobbels dengan pidatonya dan surat-surat-kabarnya, dengan radionya seluruh propaganda-aparatnya, memasangkanlah gambar – ketiadaan ini dengan sengeri-ngerinya dan sedahsyat-dahsyatnya. Karena itu rakyat Jerman pada umumnya dapat mengikuti semboyan yang berbunyi: Melawan, melawan, sekali lagi melawan habis-habisan dan mati-matian, – jangan nanti kalah! Lebih baik sekarang merenangi lautan api yang sedahsyat-dahsyatnya, menderita kepapaan, menderita kelaparan, menderita azabnya segala macam cobaan, daripada nanti menanggung hantaman pecutnya pembalasan!
Maka di sinilah, menurut Sternberg, terletaknya k e s a 1 a h a n tujuan perang Inggeris. Di sinilah Inggeris meleset. Meleset menangkap psychologinya keadaan, meleset membuat rakyat Jerman itu menjadi kawan di dalam peperangan. Apakah "war-aim" Inggeris? Pada umumnya ia menamakan ia punya tujuan-perang demokrasi. Pada khususnya ia berkata hendak m e m a t a h k a n kekuasaan Hitler. Tetapi apa yang hendak ia perbuat dengan rakyat Jerman? Kalau kekuasaan Hitler telah patah, nasional-sosialisme telah rubuh, pemimpin-pemimpin fasis telah diturunkan dari singgasananya masing-masing, – apakah yang hendak ia perbuat dengan r a k y a t Jerman itu? Mengungkung mereka lagi secara Versailles, mewajibkan mereka membayar herstelbetalingen yang maha-berat, membagi-bagi negeri-negeri Jerman seperti kuwih? Atau memerdekakan rakyat Jerman itu dari semua ikatan dan belengguan, memerdekakan mereka dari semua "pembalasan", memerdekakan mereka menyusun kehidupan sosial dan nasional menurut kehendak mereka sendiri? Sternberg anjurkan tujuan-perang yang tersebut belakangan ini. Hanya dengan tujuan-perang yang memerdekakan rakyat Jerman itu seluas-luasnya, -memerdekakan mereka sosial, nasional dan ekonomis -, hanya dengan tujuan-perang yang demikian itulah rakyat Jerman akan menjadi kawan Inggeris merobohkan Hitlerisme, mematahkan sistim absolutisme dan totaliter yang membawa Eropah ke dalam kancahnya barbarisme dan kekacau-balauan. Hanya dengan "war-aim" yang demikian itulah Inggeris akan dapat membuat rakyat Jerman itu menjadi satu rakyat yang mendangkal kepada pemerintahannya sendiri, suatu rakyat yang memberontak kepada kepalanya sendiri dan kepada tuan-tuannya sendiri.
Dan bukan rakyat Jerman sahaja! Rakyat Italia-pun kesal memikul bebannya fasisme Mussolini. Janjikanlah kepada ]rakyat Italia itu kemerdekaan zonder "pembalasan", zonder beban-bebannya peperangan yang kalah, – kemerdekaan dari belenggunya fasisme Mussolini d a n kemerdekaan dari belenggunya verdrag-perdamaian -, dan rakyat Italia-pun akan emoh mengikuti Mussolini ke padang peperangan, emoh menjadi prajuritnya stelsel yang pada hakekatnya mereka benci dan mereka emohi. Dengan semboyan-peperangan yang berbunyi "Kemerdekaan" itu, Inggeris akan mendapat kawan rakyat Jerman dan rakyat Italia, – satu jumlah kawan tidak kurang dari seratus milyun! Tambahkan kepada jumlah ini jumlahnya rakyat-rakyat dari negeri-negeri yang telah ditaklukkan oleh Hitler, – rakyat Belanda, Belgia, Denmark, Norwegia, Polandia, Perancis, Czechia dan lain-lain maka jumlah 100 milyun ini menjadilah 200 milyun!
Tetapi masih ada lagi "gudang-gudang kawan" yang lebih besar lagi dan lebih luas lagi – asal Inggeris mau! Gudang-gudang kawan ini ialah India dan Tiongkok, India dengan penduduknya yang 350.000.000 jiwa, dan Tiongkok dengan 450.000.000 jiwa, akan menjadi kawan Inggeris yang sebenar-benarnya, asal Inggeris suka memenuhi syarat-syarat yang seperlunya. Apa sebab, tanya Sternberg, Inggeris tak mampu menangkap jiwanya rakyat India yang 350.000.000 itu?
All Indian National Congress meminta kepada Inggeris pada waktu pecahnya peperangan, supaya Inggeris suka menerangkan dengan tegas ia punya tujuan-peperangan. Apakah yang dimaksudkan dengan demokrasi? Sukakah Inggeris mengasih demokrasinya kepada India? Sukakah ia mengasih dominion status kepada India? Inilah pertanyaan-pertanyaan rakyat India kepada Inggeris, akan menjadi dasar bantuan rakyat India kepada peperangan Inggeris, tetapi Inggeris meliwatkan psychologisch moment yang baik itu. Tuntutan dominion status ditolaknya, dan apa buahnya penolakan ini? Bukan dominion statuslah yang kini direbut dituntut oleh rakyat India, tetapi malahan India Merdeka! Jawaharlal Nehru pada waktu itu menulis satu artikel di dalam majalah "Asia" yang berkepala "The parting of the ways", – perpisahan jalan. Meskipun rakyat India tidak setuju kepada Nazidom dan Fasisme, meskipun rakyat India mengetahui jahatnya Nazidom dan Fasisme, dan oleh karena juga sedia memerangi Nazidom dan Fasisme, maka mereka toch akan berpisahan jalan dengan Inggeris itu. Mereka tidak hendak turut membantu usaha Inggeris di dalam peperangannya yang sekarang ini. Mereka sebaliknya malahan membangunkan lagi mereka punya aksi Satyagraha, mengangkat Gandhi menjadi mereka punya maha-Pemuka mengerahkan semangat rakyat kepada perjoangan nasional. Api pergerakan India menyala-nyala lagi, dan bukan satu dua, tetapi ratus-ratusan pimpinan India masuk penjara di tahun 1940 dan tahun 1941. Telah bertahun-tahun psychologisch moment di India itu. Kalau ia mendengar terang-terangan, suka mengakui kesalahannya ini, dan menjanjikan k e m e r d e k a a n kepada rakyat India, maka rakyat India ini akan menjadi ia punya kawan pula. Tigaratus limapuluh milyun akan menambah jumlah kawan yang 200.000.000 tahadi! Tigaratus limapuluh milyun yang membantu dia dengan ikhlas, dengan gembira, dengan penuh hati, oleh karena rakyat yang memang benci kepada Nazidom dan Fasisme dan satu rakyat pula, yang tahu membalas budi!
Dan rakyat Tiongkok? Telah bertahun-tahun rakyat Tiongkok berada di dalam peperangan melawan Japan, telah bertahun-tahun mereka berjoang dengan salah satu anggauta "Sekutu Tiga". Telah bertahun-tahun mereka sebenarnya menjadi "stale vennoot"nya Inggeris di daerah Pacific. Tetapi telah bertahun-tahun pula rakyat Tiongkok itu minta bantuan, dan lagi minta bantuan, – bantuan financieel dan bantuan materieel zonder mendapat bantuan itu dengan cara yang seluas-luasnya. Tiongkok sebenarnya menjadi kawan Inggeris dan prajuritnya Inggeris di daerah Pacific, dan oleh karena Tiongkok lah, maka Inggeris di daerah Pacific bisa agak bernafas lega. Tetapi, tanya Sternberg, apa sebab Inggeris hanya mengasih bantuan setengah-setengah sahaja kepada Tiongkok itu? Ya, tiap orang memang tahu, bahwa Inggeris sendiri kini kekurangan materieel„ tetapi tidakkah ada Amerika pula, yang tidak kekurangan materieel? Kalau Inggeris dan Amerika dua-duanya berakur membantu Tiongkok secara penuh-penuhan, kalau mereka berdua membantu peperangan Tiongkok itu secara "common cause", maka boleh dikatakan hilanglah sebagian besar daripada mereka punya "kepusingan kepala" di Asia-Timur. Boleh dikatakan menjadilah sama sekali Tiongkok itu satu bondgenoot, satu sekutu di dalam peperangan anti as sekarang ini. Bertambahlah secara f e i t jumlah kawan Inggeris dengan angka 450.000.000 lagi ,satu jumlah yang maha-besar di dalam akibat-akibatnya nanti. Dengan jumlah 450.000.000 extra itu, maka lebih kuatlah kedudukan kaum sekutu di mana-mana, baik di Timur maupun di Barat, baik di Asia maupun di Eropah-pun jua. Tetapi apa sebab Inggeris dan Amerika begitu ragu-ragu di dalam hal bantuan kepada Tiongkok itu?
Inggeris kini berjoang mati-matian membela ia punya jiwa dan ia punya nama. Perjoangannya itu adalah satu perjoangan yang mahaberat, tetapi puluhan, ratusan, ribuan, milyunan manusia akan membantu dia, asal ia mau. Ribuan milyunan harapan jiwa akan menyokong dia, asal ia suka. Sedikitnya tersedia satu bilyun k a w a n menunggu panggilannya, asal ia t a h u memanggilnya: seratus milyun dari negeri-negeri yang telah diduduki Hitler, seratus milyun dari Italia dan Jerman, tigaratus limapuluh milyun dari India, dan empatratus limapuluh milyun dari negeri Tiongkok. Jumlah satu bilyun ini, – 1.000.000.000, -, jumlah satu bilyun ini dengan sekaligus akan menjomplangkan terajunya kansen kepada kemenangannya kaum sekutu, kekalahannya kaum Nazi dan Totaliter. Tetapi panggilan yang dapat membangkitkan orang satu bilyun ini ialah panggilan "kemerdekaan", dan bukan panggilan "anti Hitler" semata-mata. Kemerdekaan bagi rakyat Jerman dan rakyat Italia, kemerdekaan bagi rakyat India, kemerdekaan bagi rakyat Tiongkok, – kemerdekaan, dengan semua konsekwensi-konsekwensinya, dan dengan semua isi-isinya. Hanya dengan tujuan-peperangan yang demikian itulah peperangan bisa l e k a s habis, karena mendapat bantuan baru tenaganya sebilyun orang!
Sesungguhnya: satu bilyun orang, 1000 x 1000 x 1000 kawan, – satu jumlah yang amat besar! Akan tetapi diabaikankah jumlah ini oleh Inggeris?
Begitulah anjuran Sternberg di dalam majalah "Asia", Frits Sternberg yang telah menentang Hitler, lama sebelum dia ini membakar dunia, lama sebelum dia ini menjadi musuh Inggeris terang-terangan.
Akan ikutkah Inggeris kepada anjuran Sternberg itu, atau akan tetapkah ia kepada tujuan-perang yang sampai sekarang dipegangnya terus itu?
Hanya pemimpin-pemimpin Inggeris sendiri dapat menjawab pertanyaan ini, dan jawaban mereka itu akan terbukti kelak di dalam sejarah yang dekat-dekat sekarang.
Bengkulen, 10 Agustus 1941.
Pemandangan", 1941