Satu Tahun Ketentuan

Part 4

Chapter 4465 wordsPublic domain (Wikisource)

Namun demikian, saya mengharap seluruh Rakyat Indonesia memasuki Gerakan Hidup Baru ini dengan kesungguhan hati yang sepenuh-penuhnya. Minimal saya minta, – janganlah althans ada golongan yang merintang-rintangi Gerakan Hidup Baru ini. Sebab sesungguhnya, maksudnya adalah baik. Maksudnya tak lain tak bukan ialah untuk mengatasi keadaan-mesum yang kita alami sekarang ini, dan untuk melanjutkan perjuangan. Kita harus bertindak, kita tak boleh menupang dagu. Mengenai diri-pribadi saya persoonlijk: sayapun tak mau menupang dagu. Saya tak mau menjadi penonton belaka keadaan-mesum sekarang ini, sambil ongkang-ongkang di atas pagar. Lebih-lebih lagi, saya tak mau sekedar mengejek, saya tak mau sekedar mencemooh. Saya ingin positif. Saya coba menyumbang. Saya mencoba bertindak. Saya tempo hari mengusulkan apa yang dinamakan "Konsepsi Presiden". Saya ikut aktif membangunkan Dewan Nasional. Saya membanting-tulang siang dan malam mengoyag-oyag rakyat supaya sedar bernegara dan sedar berpemerintah. Saya kadang-kadang jatuh sakit karena pembantingan-tulang itu. Dan sekarang saya, dengan penuh per-tanggunganjawab pula, mengajak segenap Rakyat untuk mencoba mengadakan satu Revolusi mental pada diri sendiri, dengan menjalankan Gerakan Hidup Baru.

Sekali lagi saya katakan: Gerakan Hidup Baru bukanlah satu gerakan untuk sekedar jangan berludah di mana-mana atau jangan membuang puntung rokok di lantai atau di jubin. la adalah satu Gerakan Revolusi mental. Ia adalah satu Gerakan untuk menggembleng manusia Indonesia ini menjadi manusia Baru, yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat Elang Rajawali, berjiwa Api yang menyala-nyala. Maksudnya tidak kecil. Maksudnya Besar untuk menyelesaikan satu Perjuangan yang amat Besar.

Marilah kita-semua satu-persatu mencoba menjadi Besar. Angkatkanlah diri kita di atas segala tetek-bengek yang kecil-kecil! George Bernard Shaw pernah berkata: "The true joy in life is to align oneself with some mighty purpose". "Kebahagiaan sejati ialah membaktikan dirimu kepada sesuatu yang Besar". "If you try to do great things, the shadow of their greatness partly falls upon you also". "Jika engkau mencoba berbuat sesuatu yang Besar, maka bayangan kebesarannya sebagian jatuh kepadamu juga".

Ya! Marilah kita semua satu-persatu mencoba menjadi besar. Janganlah mengatakan bahwa saya berbicara bombast atau humbug kalau saya selalu menyebut jiwa elang rajawali! Bangsa yang selalu main di kecombèran akan menjadi bangsa kecombèran. Bangsa yang berjiwa Rajawali akan menjadi sahabatnya Tuhan. Karena itu: Terbangkanlah jiwamu setinggi-tingginya, sebagai Burung Elang Rajawali, atasilah segala tètèk-bengèk yang kecil-kecil, – terbanglah setinggi-tingginya, ke angkasa, sekali lagi ke angkasa!. Kawan kita Sri Jawaharlal Nehru sering berkata: "Lord, though I live on earth, the child of earth, yet I was fathered by the starry sky". "Ya Tuhan, meski aku hidup di dunia, sebagai anak dari dunia, maka bapakku ialah angkasa yang berbintang".

Alangkah beruntungnya seorang pemimpin yang bapaknya angkasa yang berbintang, alangkah beruntungnya sesuatu bangsa, yang bapaknya angkasa yang berbintang.

Sebab bangsa yang bapaknya angkasa yang berbintang selalu dapat mengatasi segala kesulitan. Bangsa yang bapaknya angkasa yang berbintang selalu dapat mengatasi segala kecombèran!

Saudara-saudara!

Bismillah! Mulailah sekarang dengan Gerakan Hidup Baru.

Bismillah!

Sekian!

Merdeka!

Kategori:Pidato Soekarno‎