Pinya de Rosa. Volume 2, Book 4
Chapter 2
29. Berhubung dengan Gereja yang sejati kita percaya, bahwa Gereja itu harus diperintah menurut tatanan yang telah ditetapkan oleh Tuhan kita Yesus Kristus {a}. Yaitu, harus ada pendeta-pendeta, penilik-penilik, dan diaken- diaken, supaya berlakulah kemurnian ajaran, pelanggaran-pelanggaran harus dibenahi dan ditekan, orang miskin dan semua orang susah yang lain harus ditolong dalam segala kebutuhan mereka, kumpulan-kumpulan harus berlangsung dalam nama Allah, dan di dalamnya orang besar kecil harus dibina.
a.
30. Kita percaya, bahwa semua pendeta sejati, di mana saja mereka berada, memiliki wewenang yang sama besar dan kuasa yang sama tinggi, di bawah satu Kepala, satu Penguasa, dan satu Uskup Am yang tunggal, yaitu Yesus Kristus {a}. Karena itu, tidak satu pun Gereja boleh menuntut kuasa atau wewenang apa pun atas Gereja lain.
a.
31. Kita percaya, bahwa tidak seorang pun boleh menyusup masuk ke dalam pemerintahan Gereja berdasarkan wewenangnya sendiri. Sebaliknya, orang harus memperoleh kedudukan pemerintahan melalui pemilihan, sejauh hal itu mungkin dan Allah mengizinkannya {a}. Kami sengaja menambahkan kekecualian ini, sebab sekali- sekali, bahkan juga pada masa kita sendiri, bila kehidupan Gereja terputus, Allah perlu membangkitkan orang dengan cara istimewa, untuk mendirikan kembali Gereja yang telah menjadi puing-puing dan hancur . Bagaimanapun juga, kita percaya bahwa orang perlu senantiasa menaati patokan ini: semua pendeta, penilik, dan diaken harus memiliki bukti bahwa mereka telah dipanggil ke jabatan mereka {b}.
a. b.
32. Kita percaya juga, bahwa orang-orang percaya yang telah terpilih menjadi pemimpin sebaiknya berunding bersama-sama mengenai cara yang harus ditempuh dalam hal pemerintahan seluruh tubuh {a}. Dalam pada itu, mereka tidak boleh menyimpang sedikit pun dari apa yang telah diperintahkan kepada kita mengenai hal itu oleh Tuhan kita Yesus Kristus {b}. Hal ini tidak mencegah adanya beberapa ketentuan khusus di tiap tempat, sesuai dengan kebutuhan dalam praktek.
a. b.
33. namun, kita menolak semua hasil rekaan manusia, dan semua undang-undang yang hendak diberlakukan dengan dalih melayani Allah, untuk mengikat hati nurani orang dengannya {a}. kita hanya menerima apa yang berfungsi dan cocok untuk memelihara kerukunan, dan untuk membuat setiap orang tetap taat, dari yang pertama hingga yang terakhir. Dalam hal ini kita perlu mengikuti apa yang telah dinyatakan Tuhan kita berkenaan dengan pengucilan dari jemaat {b}. Pengucilan itu kita benarkan dan akui perlu, bersama segala sesuatu yang bersangkut paut dengannya.
a. b.
Pasal XXVIII: Sakramen-sakramen
34. Kita percaya, bahwa Sakramen-sakramen ditambahkan pada Firman menjadi peneguhan lebih jauh, supaya bagi kita merupakan petaruh dan meterai rahmat Allah dan dengan demikian membantu dan menghibur iman kita, disebabkan kelemahan dan kebodohan yang terdapat dalam diri kita {a}. Sakramen-sakramen itu merupakan tanda-tanda lahir, dalam arti bahwa Allah bertindak melaluinya, dalam kekuatan Roh-Nya, agar olehnya tidak ditandakan apa pun kepada kita dengan sia-sia {b}. Kendati demikian, kita yakin bahwa seluruh hakikat dan kebenaran yang diungkapkan di dalamnya ada dalam Yesus Kristus {c}. Kalau orang memisahkannya dari Dia, Sakramen itu tinggal bayangan dan asap semata-mata.
a. b. c.
35. Menurut pengakuan iman kita, hanya ada dua Sakramen yang merupakan milik bersama seluruh Gereja. Yang pertama di antaranya, yaitu Baptisan, telah diberikan kepada kita agar menjadi kesaksian tentang pengangkatan kita sebagai anak. Sebab, di dalamnya kita dicangkokkan menjadi anggota tubuh Kristus, agar kita dibasuh dan dibersihkan oleh darah-Nya, lalu dibarui untuk menempuh hidup yang suci oleh Roh Kudus-Nya {a}. Juga, kendati kita hanya dibaptis satu kali, kita yakin bahwa manfaat yang ditandakan dalam baptisan itu mencakup baik kehidupan maupun kematian kita, agar kita memiliki tanda tangan yang memastikan terus-menerus bahwa Yesus Kristus senantiasa akan menjadi kebenaran dan kesucian bagi kita {b}. Baptisan memang merupakan sakramen iman dan pertobatan; namun, karena Allah menerima anak-anak kecil ke dalam Gereja-Nya bersama bapak-bapak mereka, kita berkata bahwa berdasarkan kuasa Yesus Kristus anak-anak kecil orang percaya harus dibaptis {c}.
a. b. c.
36. Kita mengaku, bahwa Perjamuan Kudus (yang merupakan Sakramen kedua) bagi kita merupakan kesaksian tentang kesatuan kita dengan Yesus Kristus {a}.Karena Dia tidak hanya sekali saja mati dan dibangkitkan bagi kita, tetapi juga benar- benar memberi makan dan mengenyangkan kita dengan daging serta darah-Nya, supaya kita menjadi satu dengan Dia dan kehidupan-Nya menjadi milik kita bersama {b}. Maka, meski Dia berada di surga sampai Dia datang untuk menghakimi seluruh dunia {c}, kita percaya bahwa melalui kekuatan Roh-Nya yang rahasia dan tak terpahami Dia memberi makan dan menghidupkan kita dengan zat tubuh dan darah- Nya {d}. Kita yakin bahwa hal itu berlangsung secara rohani, bukan karena kita hendak mengemukakan khayalan dan rekaan alih-alih hasil nyata dan kebenaran, melainkan karena kedalaman rahasia ini melebihi ukuran indera kita dan seluruh tatanan alam. Pendeknya, karena Dia bersifat sorgawi, Dia hanya dapat dipegang melalui iman.
a. b. c. d.
37. Sebagaimana telah dikatakan, kita percaya, bahwa baik dalam Perjamuan Malam maupun dalam Baptisan, Allah memberi kita dengan sungguh-sungguh dan ampuh apa yang Dia lambangkan di dalamnya. Oleh karena itu, dengan tanda-tanda kita hubungkan pemilikan dan kenikmatan yang sungguh-sungguh dari apa yang disodorkan kepada kita di dalamnya. Sebab itu, semua orang yang datang ke meja Kristus yang kudus dengan membawa serta iman benar, bagaikan bejana, benar-benar menerima apa yang diperlihatkan oleh tanda-tanda itu, yaitu bahwa tubuh dan darah Yesus Kristus berguna untuk memberi jiwa makan dan minum sama seperti roti dan anggur berguna untuk badan {a}.
a.
38. Oleh karena itu, kita yakin bahwa air, kendati merupakan unsur yang cepat berlalu, terus-menerus dan benar-benar menandakan kepada kita pembasuhan batin jiwa kita dengan darah Yesus Kristus, oleh keampuhan Roh-Nya {a}, dan bahwa roti dan anggur yang disuguhkan kepada kita dalam Perjamuan Malam sungguh-sungguh berguna bagi kita sebagai makanan rohani, sebab membuat kita melihat seakan-akan dengan mata kepala sendiri bahwa daging Yesus Kristus adalah makanan bagi kita, dan darah-Nya minuman kita {b}. Dan kita menolak kaum sakramentaris pengkhayal , yang tidak mau menerima tanda-tanda dan markah-markah yang demikian. Sebab, Yesus Kristus menyatakan, "Inilah tubuh-Ku", dan "Cawan ini darah-Ku" {c}.
a. b. c.
Pasal XXIX: Jabatan Pemerintah Negara
39. Kita percaya, bahwa Allah menghendaki supaya dunia diperintah melalui hukum- hukum dan undang-undang, agar tersedia kekang untuk menekan nafsu dunia yang tak terkendali. Untuk itu, Dia telah menetapkan kerajaan-kerajaan, republik- republik, dan berbagai jenis negara lain, apakah kekuasaan dialihkan berdasarkan hukum waris atau dengan cara lain, dan seluruh aparat peradilan, dan mau dipandang sebagai pembuatnya. Karena itu, Dia telah membuat pemerintah menyandang pedang untuk menekan dosa-dosa yang dilakukan melawan Loh kedua hukum-hukum Allah, bahkan juga melawan Loh pertama. Maka demi Dialah orang wajib tidak hanya menerima bahwa para atas berkuasa {a}, tetapi juga menghormati mereka dan menjunjung tinggi mereka, dan memandang mereka sebagai wakil-wakil serta pejabat-pejabat-Nya yang diberi-Nya tugas menyelenggarakan jabatan yang sah dan kudus {b}.
a. b.
40. Oleh karena itu, kita berpendirian bahwa orang harus mematuhi hukum-hukum dan ketetapan-ketetapan mereka {a}, membayar pajak, cukai, serta semua hal lain yang menjadi kewajiban, dan menanggung kuk, artinya tunduk dengan sukarela, sekalipun mereka adalah orang tidak percaya, asal saja Kerajaan Allah yang berdaulat tetap utuh {b}. Karena itu, kita menjijikkan mereka yang menolak lembaga-lembaga pemerintahan, yang ingin menciptakan kekacauan dengan menjadikan semua harta milik bersama, dan yang menumbangkan tata hukum.
a. b.
Catatan
Kategori:Kristen