Narrative and Miscellaneous Papers
Chapter 1
center|100px
Sumber: Pusat Bahasa
I. Ketentuan Umum
I.1 Istilah dan Tata Istilah
Istilah adalah kata atau frasa yang dipakai sebagai nama atau lambang dan yang dengan cermat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang khas dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Tata istilah (terminologi) adalah perangkat asas dan ketentuan pembentukan istilah serta kumpulan istilah yang dihasilkannya.
Misalnya: Anabolisme Demokrasi Laik terbang pasar modal pemerataan perangkap elektron
I.2 Istilah Umum dan Istilah Khusus
Istilah umum adalah istilah yang berasal dari bidang tertentu, yang karena dipakai secara luas, menjadi unsur kosakata umum.
Misalnya: Anggaran belanja Daya Nikah penilaian radio takwa
Istilah khusus adalah istilah yang maknanya terbatas pada bidang tertentu saja.
Misalnya: Apendektomi Bipatride kurtosis pleistosen
I.3 Persyaratan Istilah yang Baik
Dalam pembentukan istilah perlu diperhatikan persyaratan dalam pemanfaatan kosakata bahasa Indonesia yang berikut. Istilah yang dipilih adalah kata atau frasa yang paling tepat untuk mengungkapkan konsep termaksud dan yang tidak menyimpang dari makna itu, Istilah yang dipilih adalah kata atau frasa yang paling singkat di antara pilihan yang tersedia yang mempunyai rujukan sama. Istilah yang dipilih adalah kata atau frasa yang bernilai rasa (konotasi) baik. Istilah yang dipilih adalah kata atau frasa yang sedap didengar (eufonik). Istilah yang dipilih adalah kata atau frasa yang bentuknya seturut kaidah bahasa Indonesia.
I.4 Nama dan Tata Nama
Nama adalah kata atau frasa yang berdasarkan kesepakatan menjadi tanda pengenal benda, orang, hewan, tumbuhan, tempat, atau hal. Tata nama (nomenklatur) adalah perangkat peraturan penamaan dalam bidang ilmu tertentu, seperti kimia dan biologi, beserta kumpulan nama yang dihasilkannya.
Misalnya: aldehida natrium klorida Primat oryza sativa
II. Proses Pembentukan Istilah
II.1 Konsep Ilmu Pengetahuan dan Peristilahannya
Upaya kecendikiaan ilmuan (scientist) dan pandit (scholar) telah dan terus menghasilkan konsep ilmiah, yang pengungkapannya dituangkan dalam perangkat peristilahan. Ada istilah yang sudah mapan dan ada pula istilah yang masih perlu diciptakan. Konsep ilmiah yang sudah dihasilkan ilmuwan dan pandit Indonesia dengan sendirinya mempunyai istilah yang mapan. Akan tetapi, sebagian besar konsep ilmu pengetahuan modern yang dipelajari, digunakan, dan dikembangkan oleh pelaku ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia datang dari luar negeri dan sudah dilambangkan dengan istilah bahasa asing. Di samping itu, ada kemungkinan bahwa kegiatan ilmuwan dan pandit Indonesia akan mencetuskan konsep ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang sama sekali baru sehingga akan diperlukan penciptaan istilah baru.
II.2 Bahan Baku Istilah Indonesia
Tidak ada satu bahasa pun yang sudah memiliki kosakata yang lengkap dan tidak memerlukan ungkapan untuk gagasan, temuan, atau rekacipya yang baru. bahasa Inggris yang kini dianggap bahasa internasional utama, misalnya, pernah menyerap kata dan ungkapan dari bahasa Yunani, Latin, Prancis, dan bahasa lain, yang jumlahnya hampir tiga perlima dari seluruh kosakatanya. Sejalan dengan itu, bahan istilah Indonesia diambil dari berbagai sumber, terutama dari tiga golongan bahasa yang penting, yakni (1) bahasa Indonesia, termasuk unsur serapannya, dan bahasa Melayu, (2) bahasa Nusantara yang serumpun, termasuk bahasa Jawa Kuno, dan (3) bahasa asing, seperti bahasa Inggris dan bahasa Arab.
II.3 Pemantapan Istilah Nusantara
Istilah yang mengungkapkan konsep hasil galian ilmuwan dan pandit Indonesia, seperti bhinneka tunggal ika, batik, banjar, sawer, gunungan, dan pamor, telah lama diterima secara luas sehingga dapat dimantapkan dan hasilnya dikodifikasi.
II.4 Pemadanan Istilah
Pemadanan istilah asing ke dalam bahasa Indonesia, dan jika perlu ke salah satu bahasa serumpun, dilakukan lewat penerjemahan, penyerapan, atau gabungan penerjemahan dan penyerapan. Demi keseragaman, sumber rujukan yang diutamakan ialah istilah Inggris yang pemakaiannya bersifat internasional karena sudah dilazimkan oleh para ahli dalam bidangnya. Penulisan istilah serapan itu dilakukan dengan atau tanpa penyesuaian ejaannya berdasarkan kaidah fonotaktik, yakni hubungan urutan bunyi yang diizinkan dalam bahasa Indonesia.
II.4.1 Penerjemahan
II.4.1.1 Penerjemahan Langsung
Istilah Indonesia dapat dibentuk lewat penerjemahan berdasarkan kesesuaian makna tetapi bentuknya tidak sepadan.
Misalnya: Supermarket - pasar swalayan Merger - gabungan usaha
Penerjemahan dapat pula dilakukan berdasarkan kesesuaian bentuk dan makna.
Misalnya: Bonded zone - kawasan berikat Skyscraper - pencakar langit
Penerjemahan istilah asing memiliki beberapa keuntungan. Selain memperkaya kosakata Indonesia dengan sinonim, istilah terjemahan juga meningkatkan daya ungkap bahasa Indonesia. Jika timbul kesulitan dalam penyerapan istilah asing yang bercorak Anglo-Sakson karena perbedaan antara lafal dan ejaannya, penerjemahan merupakan jalan keluar terbaik. Dalam pembentukan istilah lewat penerjemahan perlu diperhatikan pedoman berikut. Penerjemahan tidak harus berasas satu kata diterjemahkan dengan satu kata. Misalnya: Psychologist - ahli psikologi Medical practitioner - dokter Istilah asing dalam bentuk positif diterjemahkan ke dalam istilah Indonesia bentuk positif, sedangkan istilah dalam bentuk negatif diterjemahkan ke dalam istilah Indonesia bentuk negatif pula. Misalnya: Bound form - bentuk terikat (bukan bentuk takbebas) Illiterate - niraksara Inorganic - takorganik Kelas kata istilah asing dalam penerjemahan sedapat-dapatnya dipertahankan pada istilah terjemahannya. Misalnya: Merger (nomina) - gabung usaha (nomina) Transparent (adjektiva) - bening (adjektiva) (to) filter (verba) - menapis (verba) Dalam penerjemahan istilah asing dengan bentuk plural, pemarkah kejamakannya ditanggalkan pada istilah Indonesia. Misalnya: Alumni - lulusan Master of ceremonies - pengatur acara Charge d'affaires - kuasa usaha
II.4.1.2 Penerjemahan dengan Perekaan
Adakalanya upaya pemadanan istilah asing perlu dilakukan dengan menciptakan istilah baru. Istilah factoring, misalnya, sulit diterjemahkan atau diserap secara utuh. Dalam khazanah kosakata bahasa Indonesia/Melayu terdapat bentuk anjak dan piutang yang menggambarkan pengalihan hak menagih utang. Lalu, direka istilah anjak piu-tang sebagai padanan istilah factoring. Begitu pula pemadanan catering menjadi jasa boga dan invention menjadi rekacipta diperoleh lewat perekaan.
II.4.2 Penyerapan
II.4.2.1 Penyerapan Istilah
Penyerapan istilah asing untuk menjadi istilah Indonesia dilakukan berdasarkan hal-hal berikut. Istilah asing yang akan diserap meningkatkan ketersalinan bahasa asing dan bahasa Indonesia secara timbal balik (intertranslatability) mengingat keperluan masa depan. Istilah asing yang akan diserap mempermudah pemahaman teks asing oleh pembaca Indonesia karena dikenal lebih dahulu. Istilah asing yang akan diserap lebih ringkas jika dibandingkan dengan terjemahan Indonesianya. Istilah asing yang akan diserap mempermudah kesepakatan antarpakar jika padanan terjemahannya terlalu banyak sinonimnya. Istilah asing yang akan diserap lebih cocok dan tepat karena tidak mengandung konotasi buruk.
Proses penyerapan istilah asing, dengan mengutamakan bentuk visualnya, dilakukan dengan cara yang berikut. Penyerapan dengan penyesuaian ejaan dan lafal Misalnya: Camera - kamera Microphone - mikrofon System - sistem Penyerapan dengan penyesuaian ejaan tanpa penyesuaian lafal Misalnya: Design - desain File - fail Science - sains Penyerapan tanpa penyesuaian ejaan, tetapi dengan penyesuaian lafal Misalnya: Bias - bias Nasal - nasal Radar (radio detecting and ranging) - radar Penyerapan tanpa penyesuaian ejaan dan lafal Penyerapan istilah asing tanpa penyesuaian ejaan dan lafal dilakukan jika ejaan dan lafal istilah asing itu tidak berubah dalam banyak bahasa modern, istilah itu dicetak dengan huruf miring. Misalnya: Allegro moderato Aufklarung Status quo Esprit de corps divide et impera dulce et utile in vitro vis-à-vis Penyerapan istilah tanpa penyesuaian ejaan dan lafal dilakukan jika istilah itu juga dipakai secara luas dalam kosakata umum, istilah itu tidak ditulis dengan huruf miring (dicetak dengan huruf tegak). Misalnya: Golf - golf Internet - internet Lift - lift Orbit - orbit Sonar (sound navigation and ranging)- sonar
II.4.2.2 Penyerapan Afiks dan Bentuk Terikat Istilah Asing
a. Penyesuaian Ejaan Prefiks dan Bentuk Terikat
Prefiks asing yang bersumber pada bahasa Indo-Eropa dapat dipertimbangkan pemakaiannya di dalam peristilahan Indonesia setelah disesuaikan ejaannya. Prefiks asing itu, antara lain, ialah sebagai berikut.
a-, ab-, abs- ('dari', 'menyimpang dari', 'menjauhkan dari') tetap a-, ab-, abs- amoral abnormal abstract - amoral abnormal abstrak
a-, an- 'tidak, bukan, tanpa' tetap a-, an anemia aphasia aneurysm - anemia afasia aneurisme
ad-, ac- 'ke', 'berdekatan dengan', 'melekat pada', menjadi ad-, ak- adhesion acculturation - adhesi akulturasi
am-, amb- 'sekeliling', 'keduanya' tetap am-, amb- ambivalence amputation - ambivalensi amputasi
ana-, an- 'ke atas', 'ke belakang', 'terbalik' tetap ana-, an- anabolism anatropous - anabolisme anatrop
ante- 'sebelum', 'depan' tetap ante- antediluvian anterior - antediluvian anterior
anti-, ant- 'bertentangan dengan' tetap anti-, ant- anticatalyst anticlinal antacid - antikatalis antiklinal antacid
apo- 'lepas, terpisah', 'berhubungan dengan' tetap apo- apochromatic apomorphine - apokromatik apomorfin
aut-, auto- 'sendiri', 'bertindak sendiri' tetap aut-, auto- autarky autostrada - autarki autostrada
bi- 'pada kedua sisi', 'dua' tetap bi- biconvex bisexual - bikonveks biseksual
cata- 'bawah', 'sesuai dengan' menjadi kata- cataclysm catalyst - kataklisme katalis
co-, com-, con- 'dengan', 'bersama-sama', 'berhubungan dengan' menjadi ko-, kom-, kon- coordination commission concentrate - komisi konsentrat koordinasi
contra- 'menentang', 'berlawanan' menjadi kontra- contradiction contraindication - kontradiksi kontraindikasi
de- 'memindahkan', 'mengurangi' tetap de- dehydration devaluation - dehidrasi devaluasi
di- 'dua kali', 'mengandung dua' tetap di- dichloride diklorida - dichromatic dikromatik
dia- 'melalui', 'melintas' tetap dia- diagonal diapositive - diagonal diapositif
dis- 'ketiadaan', 'tidak' tetap dis- disequilibrium disharmony - disekuilibrium disharmoni
eco- 'lingkungan' menjadi eko- ecology ecospecies - ekologi ekospesies
em-, en- 'dalam', 'di dalam' tetap em-, en- empathy encenphalitis - empati ensenfalitis
endo- 'di dalam' tetap endo- endoskeleton endothermal - endoskeleton endotermal
epi- 'di atas', 'sesudah' tetap epi- epigone epiphyte - epigon epifit
ex- 'sebelah luar' menjadi eks- exclave exclusive - eksklave eksklusif
exo-, ex- 'sebelah luar', 'mengeluarkan' menjadi ekso- eksexoergic exogamy - eksoergik eksogami
extra- 'di luar' menjadi ekstra- extradition extraterrestrial - ekstradisi ekstraterestrial
hemi- 'separuh', 'setengah' tetap hemi-
hemihedral hemisphere - hemihedral hemisfer
hemo- 'darah' tetap hemo- hemoglobin hemolysis - hemoglobin hemolisis
hepta- 'tujuh', 'mengandung tujuh' tetap hepta- heptameter heptarchy - heptameter heptarki
hetero- 'lain', 'berada' tetap hetero- heterodox heterophyllous heterodoks heterofil
hexa- 'enam', 'mengandung enam' menjadi heksa- hexachloride hexagon - heksaklorida heksagon
hyper- 'di atas', 'lewat', 'super' menjadi hiper- hyperemia hypersensitive - hiperemia hipersensitif
hypo- 'bawah', 'di bawah' menjadi hipo- hipoblast hypochondria - hipoblas hipokondria
im-, in-, il- 'tidak', 'di dalam', 'ke dalam' tetap im-, in-, il- immigration induction illegal induksi ilegal imigrasi
infra- 'bawah', 'di bawah', 'di dalam' tetap infra- infrasonic infraspecific - infrasonik infraspesifik
inter- 'antara', 'saling' tetap inter- interference international - interferensi internasional
intra- 'di dalam', 'di antara' tetap intra- intradermal intracell - intradermal intrasel
intro- 'dalam', 'ke dalam' tetap intro- introjections introvert - introjeksi introvert
iso- 'sama' tetap iso- isoagglutinin isoenzyme - isoaglutinin isoenzim
meta- 'sesudah', 'berubah', 'perubahan' tetap meta- metamorphosis metanephros - metamorfosis metanefros
mono- 'tunggal', 'mengandung satu' tetap mono- monodrama monoxide - monodrama monoksida
pan-, pant/panto- 'semua', 'keseluruhan' tetap pan-, pant-, panto- panacea pantisocracy pantograph - panasea pantisokrasi pantograf
para- 'di samping', 'erat berhubungan dengan', 'hampir' tetap para- paraldehyde parathyroid - paraldehida paratiroid
penta- 'lima', 'mengandung lima' tetap penta- pentahedron pentane - pentahedron pentane
peri- 'sekeliling', 'dekat', 'melingkupi' tetap peri- perihelion perineurium - perihelion perineurium
poly- 'banyak', 'berkelebihan' menjadi poli- polyglotism polyphagia - poliglotisme polifagia
pre- 'sebelum', 'sebelumnya', 'di muka' tetap pre-
preabdomen premature - preabdomen prematur
pro- 'sebelum', 'di depan' tetap pro- prothalamion prothorax - protalamion protoraks
proto- 'pertama', 'mula-mula' tetap proto- protolithic prototype - protolitik prototipe
pseu-, pseudo- 'palsu' tetap pseu-, pseudo- pseudomorph pseudepigraphy - pseudomorf pseudepigrafi
quasi- 'seolah-olah', 'kira-kira' menjadi kuasi- quasi-historical quasi-legislative - kuasihistoris kuasilegislatif
re- 'lagi', 'kembali' tetap re- reflection rehabilitation - refleksi rehabilitasi
retro- 'ke belakang', 'terletak di belakang' tetap retro- retroflex retroperitoneal - retrofleks retroperitoneal
semi- 'separuhnya', 'sedikit banyak', 'sebagian' tetap semi- semifinal semipermanent - semifinal semipermanen
sub- 'bawah', 'di bawah', 'agak', 'hampir' tetap sub- subfossil submucosa - subfosil submukosa
super-, sur- 'lebih dari', 'berada di atas' tetap super-, sur- superlunar supersonic surrealism - superlunar supersonik surealisme
supra- 'unggul', 'melebihi' tetap supra- supramolecular suprasegmental - supramolekular suprasegmental
syn- 'dengan', 'bersama-sama', 'pada waktu' menjadi sin- syndesmosis synesthesia - sindesmosis sinestesia
tele- 'jauh', 'melewati', 'jarak' tetap tele- telepathy telescope - telepati teleskop
trans- 'ke/di seberang', 'lewat', 'mengalihkan' tetap trans- transcontinental transliteration - transkontinental transliterasi
tri- 'tiga' tetap tri- trichromat tricuspid - trikromat tricuspid
ultra- 'melebihi', 'super' tetap ultra- ultramodern ultraviolet - ultramodern ultraviolet
uni- 'satu', 'tunggal' tetap uni- unicellular unilateral - uniseluler unilateral
b. Penyesuaian Ejaan Sufiks
Sufiks asing dalam bahasa Indonesia diserap sebagai bagian kata berafiks yang utuh. Kata seperti standardisasi, implementasi, dan objektif diserap secara utuh di samping kata standar, implemen, dan objek. Berikut daftar kata bersufiks tersebut.
-aat (Belanda) menjadi -at Advocaat Plaat Tractaat - advokat pelat traktat
-able, -ble (Inggris) menjadi -bel Variable Flexible - variabel fleksibel
-ac (Inggris) menjadi -ak Maniac Cardiac Almanac - maniak kardiak almanac
-age (Inggris) menjadi -ase Sabotage Arbitrage Percentage - sabotase arbitrase persentase
-air (Belanda), -ary (Inggris) menjadi -er Complementair, complementary Primair, primary Secundair, secondary - komplementer primer sekunder
-al (Inggris) menjadi -al Credential Minimal Mational - kredensial minimal nasional
-ance, -ence (Inggris) menjadi –ans, -ens Ambulance Conductance Termophosphorescence Thermoluminescence - ambulans konduktans termosfosforensens termoluminesens
-ancy, -ency (Inggris) menjadi –ansi, -ensi Efficiency Frequency Relevancy - efisiensi frekuensi relevansi
-anda, -end, -andum, -endum (Belanda, Inggris) menjadi –anda, -en, -andum, -endum Propaganda Divindend Memorandum Referendum - propaganda dividen memorandum referendum
-ant (Belanda, Inggris) menjadi -an Accountant Informant Dominant - akuntan informan dominan
-ar (Inggris) menjadi –ar, -er Curricular Solar - kurikuler solar
-archie (Belanda), -archy (Inggris) menjadi -arki Anarchie, anarchy Monarchie, monarchy - anarki monarki
-ase, -ose (Inggris) menjadi -ase, -osa Amylase Dextrose - amilase dekstrosa
-asme (Belanda), asm (Inggris) menjadi -asme Sarcasm, sarcasm Pleonasme, pleonasm - sarkasme pleonasme
-ate (Inggris) menjadi -at Emirate Private - emirat privat
-atie (Belanda), -(a)tion (Inggris) menjadi -(a)si Actie, action Publicatie, publication - aksi publikasi
-cy (Inggris) menjadi -asi, -si Accountancy Accuracy - akuntansi akurasi
-eel (Belanda) yang tidak ada padanan dalam bahasa Inggris menjadi -el Materieel Moreel Principieel - materiel morel prinsipiel
-eel, aal (Belanda), -al (Inggris) menjadi -al Formeel, formal Ideaal, ideal Materiaal, material - formal ideal material
-et, ette (Inggris) menjadi -et Duet Cabinet Cassette - duet kabinet kaset
-eur (Belanda), -or (Inggris) menjadi -ir Amateur Importeur - amatir importir
-eur (Belanda) menjadi -ur Conducteur, conductor Directeur, director Inspecteur, inspector - kondektur direktur inspektur
-eus (Belanda) menjadi -us Mesterieus Serieus misterius serius
-ficatie (Belanda), -fication (Inggris) menjadi -fikasi Specificatie, specification Unificatie, unification - spesifikasi unifikasi
-fiek (Belanda), -fic (Inggris) menjadi -fik Specifiek, specific Honofifiek, honorific - spesifik honorific
-iek (Belanda), -ic, -ique (Inggris) menjadi -ik Perodiek, periodic Numeriek, numeric Uniek, unique Techniek, technique - periodik numerik unik teknik
-isch (Belanda), -ic, -ical (Inggris) menjadi -is Optimistisch, optimistic Allergisch, allergic Symbolisch, symbolical Practisch, practical - optimistis alergis simbolis praktis
-icle (Inggris) menjadi -ikel Article Particle - artikel partikel
-ica (Belanda), -ics (Inggris) menjadi –ika, -ik Mechanica, mechanics Phonetics - mekanika fonetik
-id, -ide (Inggris) menjadi –id, -ida Chrysalid Oxide Chloride - krisalid oksida klorida
-ief (Belanda), -ive (Inggris) menjadi -if Demonstratief, demonstrative Descriptief, descriptive Depressief, depressive - demonstratif deskriptif depresif
-iel (Belanda), -ile, -le (Inggris) menjadi -il Kawrtiel, quartile Percentile, percentile Stabile, stable - kuartil persentil stabil
-iet (Belanda), -ite (Inggris) menjadi -it Favorite, favorite Dolomite, dolomite Stalactite, stalactite - favorit dolomit stalaktit
-in (Inggris) menjadi -in Penicillin Insulin Protein - penisilin insulin protein
-ine (Inggris) menjadi –in, -ina Cocaine Quarantine - kokain karantina
-isatie (Belanda), -ization (Inggris) menjadi -isasi Naturalisatie, naturalization Socialisatie, socialization - naturalisasi sosialisasi
-isme (Belanda), -ism (Inggris) menjadi -isme Expressionism, expressionism Modernism, modernism - ekspresionisme modernism
-ist (Belanda, Inggris) menjadi -is Extremist Receptionist - ekstremisme resepsionis
-iteit (Belanda), -ity (Inggris) menjadi -itas Faciliteit, facility Realiteit, reality - fasilitas realitas
-logie (Belanda), -logy (Inggris) menjadi -logi Analogie, analogy Technologie, technology - analogi teknologi
-loog (Belanda), -logue (Inggris) menjadi -log Catalog, catalogue Dialog, dialogue - katalog dialog
-lyse (Belanda), -lysis (Inggris) menjadi -lisis Analyse, analysis - analisis
Paralyse, paralysis - paralisis
-oide (Belanda), -oid (Inggris) menjadi -oid Anthropoide, anthropoid Metalloide, metalloid - antropoid metaloid
-oir(e) (Belanda) menjadi -oar Repertoire Trottoir - repertoar trotoar
-or (Inggris) menjadi -or Corrector Dictator - korektor dictator
-ous (Inggris) ditinggalkan Amorphous Polysemous - amorf polisem
-se (Belanda), -sis (Inggris) menjadi -sis Synthese, synthesis Anamnese, anamnesis - sintesis anamnesis
-teit (Belanda), -ty (Inggris) menjadi -tas Qualiteit, quality Universiteit, university - kualitas universitas
-ter (Belanda), -tre (Inggris) menjadi -ter Diameter, diameter Theater, theatre - diameter teater
-uur (Belanda), -ure (Inggris) menjadi -ur Proceduur, procedure Structuur, structure - prosedur struktur
-y (Inggris) menjadi -i Monarchy philosophy - monarki filosofi
II.4.3 Gabungan Penerjemahan dan Penyerapan
Istilah bahasa Indonesia dapat dibentuk dengan menerjemahkan dan menyerap istilah asing sekaligus.
Misalnya: Bound morpheme - morfem terikat Clay colloid - koloid lempung Subdivision - subbagian
II.5 Perekaciptaan Istilah
Kegiatan ilmuwan, budayawan dan seniman yang bergerak di baris terdepan ilmu, teknologi, dan seni dapat mencetuskan konsep yang belum ada selama ini. Istilah baru untuk mengungkapkan konsep itu dapat direkacipta sesuai dengan lingkungan dan corak bidang kegiatannya. Misalnya, rekacipta istilah fondasi cakar ayam, penyangga sosrobahu, plasma inti rakyat, dan tebang pilih Indonesia telah masuk ke dalam khazanah peristilahan.
II.6 Pembakuan dan Kodifikasi Istilah
Istilah yang diseleksi lewat pemantapan, penerjemahan, penyerapan, dan perekaciptaan dibakukan lewat kodifikasi yang mengusahakan keteraturan bentuk seturut kaidah dan adat pemakaian bahasa. Kodifikasi itu tercapai dengan tersusunnya sistem ejaan, buku tata bahasa, dan kamus yang merekam dan menetapkan bentuk bakunya.
II.7 Bagan Prosedur Pembakuan Istilah
Prosedur pembakuan istilah dapat dilihat pada bagan berikut
800px|Prosedur pembakuan istilah bahasa Indonesia.
III. Aspek Tata Bahasa Peristilahan
Istilah dapat berupa (1) bentuk dasar, (2) bentuk berafiks, (3) bentuk ulang, (4) bentuk majemuk, (5) bentuk analogi, (6) hasil metanalisis, (7) singkatan, (8) akronim.
III.1 Istilah Bentuk Dasar
Istilah bentuk dasar dipilih di antara kelas kata utama, seperti nomina, verba, adjektiva, dan numeralia. Misalnya :
Nomina: kaidah - rule busur - bow cahaya - light
Verba: keluar - out Uji - test Tekan - press
Adjektiva: kenyal - elastic Acak - random Cemas - anxious
Numeralia: gaya empat - four force (pukulan) satu-dua - one-two (bus) dua tingkat - double decker
III.2 Istilah Bentuk Berafiks
Istilah bentuk berafiks disusun dari bentuk dasar dengan penambahan prefiks, infiks, sufiks, dan konfiks seturut kaidah pementukan kata bahasa Indonesia, misalnya dari bentuk pirsa menjadi pemirsa, bukan pirsawan ; dari hantar menjadi keterhantaran, bukan kehantaran. Istilah bentuk berafiks menunjukkan pertalian yang teratur antara bentuk dan maknanya. Istilah bentuk berafiks tersebut mengikuti paradigm berikut, yang unsur-unsurnya demi kejelasan dimasukkan dalam berbagai kotak.
III.2.1 Paradigma Bentuk Berafiks ber- ber-tani bertani petani pertanian bel-ajar belajar pelajar pelajaran ber-ubah berubah peubah perubahan
Istilah berafiks petani, pelajar, peubah yang mengacu kepada pelaku atau alat, dan pertanian, pelajaran, perubahan yang mengacu ke hal, keadaan, atau tempat dibentuk dari verba bertani, belajar, berubah yang berasal dari bentuk dasar tani, ajar, dan ubah.
III.2.2 Paradigma Bentuk Berafiks meng- men-tulis menulis penulis penulisan tulisan meng-ubah mengubah pengubah pengubahan ubahan mem-besarkan membesarkan pembesar pembesaran besaran meng-ajari mengajari pengajar pengajaran ajaran
Istilah berafiks penulis, pengubah, pembesar, pengajar, yang mengacu kepada pelaku atau alat, dan penulisan, pngubahan, pengajaran yang mengacu ke proses atau perbuatan serta tulisan, ubahan, besaran, ajaran yang mengacu ke hasil dijabarkan dari verba menulis, mengubah, membesarkan, mengajar yang berasal dari bentuk dasar tulis, ubah, besar, dan ajar. mem-berdayakan memberdayakan pemberdaya pemberdayaan mem-berhentikan memberhentikan pemberhenti pemberhentian mem-belajarkan membelajarkan pembelajar pembelajaran