The Underground Railroad A Record of Facts, Authentic Narratives, Letters, &c., Narrating the Hardships, Hair-Breadth Escapes and Death Struggles of the Slaves in Their Efforts for Freedom, As Related by Themselves and Others, or Witnessed by the Author.

Chapter 2

Chapter 2608 wordsPublic domain

Kini musuh menghantam, suruhlah ia menghantam. Kini petir dan halilintar dan taufannya Dewa Mars menyambar-nyambar dan mengamuk di padang-padang Rusia Barat, tetapi benteng Rusia sudah sedia dan sudah siap. Hantamlah siapa yang mau menghantam. Rusia akan bayar kembali dengan rente yang berlipat-ganda. Kini dia, Stalin, dibawa ke hadapan Mahkamah-Sejarah, tetapi juga di situ dia masih sanggup bertukar jawab dengan Trotzky yang terpanggil dari alam barzach.

Stalin dan Trotzky di hadapkan Mahkamah – Sejarah. Seluruh dunia menyaksikan dengan nafas yang tertahan persidangan yang maha-maha dahsyat ini, yang tanya-jawabnya menggempakan bumi dan membakar angkasa, – yang tempat persidangannya jauh dari kita di padang-padang Letland, Latvia, Rusia-Putih dan Oekrajine, tetapi yang ledakan guntur suaranya terdengar dari ujung Timur dan ujung Barat, nyala-apinya memerahkan angkasa dari ujung dunia yang satu ke ujung dunia yang lain. Siapakah yang benar? Stalin-kah atau Trotzky-kah?

Kita, ideologis, adalah duduk di luar perjoangan-faham ini. Kita ideologis hanyalah orang menonton. Tetapi sebagai tiap-tiap manusia di muka bumi ini, kita ikuti persidangan ini dengan minat yang semengemuncak-mengemuncaknya, dan perhatian yang menggetarkan segenap kitapunya jiwa. Sebab "corpus delicti" di dalam persidangan ini ialah meriamnya Adolf Hitler, maha-dewa bagi sebagian orang, maha-hantu bagi semua orang yang cinta hak kemanusiaan dan hak-kemerdekaan. Stalin benar atau Stalin salah, Trotzky benar atau Trotzky salah, – pada saat ini soal itu menjadikanlah satu soal akademis, yang terdorong ke belakang oleh soal mati hidup yang baru timbul, yakni soal: akan mampukah Stalin menghantam Hitler ini terjungkel patah, sehingga tidak bisa berdiri lagi?

Kalau Hitler menang, maka ia akan makin mengamuk, – nasib dunia susahlah dikatakan lagi, hilang-musnalah semua hasilnya perjoangan peri-kemanusiaan yang ratusan tahun itu, baik di Rusia maupun di negeri-negeri lain. Soal mati-hidup daripada h a r i sekarang ini, ialah melabrak Hi t 1 e r itu keluar dari halamannya sejarah peri-kemanusiaan!

Kesitu, ke situlah kita arahkan segenap harapannya kita punya hati, ke situlah kita pusatkan segenap getarannya kita punya jiwa. "Hantam, hantamlah dia remuk, Stalin, hantamlah dia musna dari sejarah kemanusiaan!" Inilah pekik yang harus keluar dari dasar-dasarnya kita punya passie, – kita, demokrat-demokrat dari semua macam ragam, liberal dan nasionalis, komunis atau bukan kaum komunis, kaum merah atau bukan kaum merah. Churchill bersuara begitu, Roosevelt bersuara begitu. Seluruh dunia yang sedar akan jahatnya fasisme harus mendoakan, dan di mana mungkin membantu supaya Rusia, Rusia-lah, yang keluar sebagai Al-Chasi dari apinya dan luluhan-bajanya peperangan Jerman – Rusia itu, dan bukan Hitler.

Inilah soal mati-hidup dari hari sekarang! Soal inilah yang sekarang menyala di dalam pusat-perhatiannya tiap-tiap orang yang betul-betul cinta kepada kemanusiaan dan keadilan. Hanya orang yang tidak sedarlah bisa menaroh sympathie kepada Hitler, – atau, dia orang fasis, orang yang durhaka, orang yang senang duduk di atas punggungnya sesama manusia, orang yang senang menginjak-injak hak-hak peri-kemanusiaan. Tetapi alhamdulillah, tanda-tanda sudah ada, bahwa Hitler telah mendekati akan terima ia punya pembalasan. Tingkat pertama dari tujuannya Ernst Henri yang saya ceriterakan tempo hari rupanya sudah mulai berakhir, tingkat kedua rupanya kini mulai berjalan. Kalau benar begitu, – Hitler, tidak lama lagi, engkau mendapat engkau punya bagian!

Demikianlah soal mati-hidupnya dari hari s e k a r a n g.

Baru kemudian, kemudian kalau api peperangan Jerman – Rusia sudah padam, akan mendapatlah arti lagi itu soal antara Stalin dan Trotzky, – siapa benar, siapa salah. Baru kemudian dapat dibuka kitab-vonisnya sejarah tentang satu fatsal dari perjoangan-faham dua mereka itu. Rusia menang, Stalin mendapat satu plus, – Rusia kalah, Stalin mendapat satu minus.

Tetapi vonis yang lengkap, vonis yang berisi semua fatsal perselisihan faham itu (misalnya fatsal mungkin-tidaknya sosialisme di satu negeri sahaja), vonis dibaca di kemudian-kemudian yang lengkap itu barulah dapat dibaca di kemudian-kemudian hari lagi. Di kemudian hari, – kalau "Russische Revolutie", sudah berakhir sama sekali. Kapan? Wallahu a'lam!

Barangkali masih berpuluh-puluh tahun.

"Pemandangan", 1941