Chapter 2
Pada akhir dasawarsa 1930-an, sejumlah psikolog yang tertarik kepada masalah-masalah psikologi yang unik mendirikan sebuah mazhab Psikologi yang bernama Psikologi Humanistik sebagai reaksi terhadap apa yang dilakukan oleh Ivan Pavlov dan Sigmund Freud di atas. Aliran yang dipelopori oleh Abraham Maslow, Carl Rogers, and Clark Moustakas ini menekankan bahasan-bahasan yang mereka sebut sebagai hal-hal yang akan mengarah pada pemahaman sejati mengenai keberadaan manusia. Karya-karya mereka membahas tentang (perhatikan, semuanya adalah hal yang abstrak) diri, pemaksimalan potensi diri, kesehatan, harapan, cinta, kreativitas, alam, proses menjadi manusia sejati, individualitas, dan makna.
Psikologi Humanistik seringkali dianggap sebagai sebuah mazhab Psikologi yang merupakan perluasan dari sebuah aliran Filsafat yang bernama eksistensialisme, yang menekankan pengalaman manusia sebagai sudut pandangnya.
Psikologi Kognitif: Seluruhnya, untuk Masa Depan
Semua yang diungkapkan di atas bukanlah hal-hal yang termutakhir. Sebuah aliran yang bernama Psikologi Kognitif, memisahkan diri dengan aliran perilaku yang dimulai oleh Ivan Pavlov di atas, karena Pavlov dan penerusnya menolak menyelidiki proses-proses mental dan bawah sadar dengan alasan bahwa dalam sebuah penelitian perilaku, pikiran dan perasaan bukanlah hal-hal yang dapat diamati secara objektif.
Aliran Psikologi Kognitif ini menganggap bahwa kaitan antara pikiran dan otak bukan hanya dapat dipelajari dan ditemukan banyak buktinya, namun juga hal tersebut dapat dipelajari untuk kemudian diterapkan pada pembuatan sebuah teknologi supermodern. Para pakar Psikologi Kognitif menganggap bahwa pikiran dan otak manusia dapat dijadikan model untuk penciptaan peranti lunak (software) dan peranti keras (hardware) komputer, dengan demikian pengetahuan Psikologi mengenai pikiran dan otak tersebut dapat dijadikan pengetahuan untuk membuat kecerdasan buatan (artificial intellligence). Sesuatu yang akhir-akhir ini sudah tampak dalam wujud yang nyatanya, bahkan dipergunakan untuk kepentingan banyak orang, misalnya untuk menganalisa penggunaan bahasa manusia pada aplikasi di media sosial.
Setelah menjadi wacana selama berabad-abad, akhirnya perjalanan panjang mengenai kaitan antara pikiran dan otak bukan hanya menemukan banyak solusi bagi permasalahan manusia itu sendiri namun menghasilkan penciptaan sebuah model yang mungkin dapat menjadi cerminan, dan dapat dijadikan refleksi, bagi diri manusia itu sendiri, sebagai pembuatnya.
Daftar Pustaka
Halaman Wikibuku ini semula merupakan bagian dari Wikibuku Mengenal Psikologi Humanistik, namun kemudian dibuat halamannya secara mandiri mengingat tautannya dengan berbagai halaman dalam proyek Mengenal Kesehatan Jiwa. Beberapa pengubahan redaksional telah diterapkan untuk penyesuaiannya sebagai halaman yang mandiri. “Behaviorism” dalam Wikipedia Bahasa Inggris (https://en.wikipedia.org/wiki/Behaviorism). Diakses tanggal 2 September 2018 pukul 19.40 WIB. Cheshire, Katherine & David Pilgrim. A Short Introduction to Clinical Psychology. SAGE Publication. London: 2004. Google Definition. Diakses dengan cara mengetikkan “define:katayangdicariapa” (tanpa tanda kutip) pada mesin pencari Google https://www.google.com . McLeod, S. A. (2018, October 08). Pavlov's dogs. Simply Psychology. https://www.simplypsychology.org/pavlov.html Moghaddam, Fathali M. Great Ideas in Psychology: A Cultural and Historical Introduction. One World. Oxford: 2005. Pattakos, Alexander Nicholas. Prisoners of Our Thoughts. 2nd Edition, Revised and Updated. Berrett-Koehler Publishers, Inc. San Fransisco: 2010. Wittig, Arno F. Schaum’s Outlines: Theory and Problems of Introduction to Psychology. Edisi ke-2. McGraw-Hill. New York: 2001. __PAKSADAFTARISI__ __INDEKS__
Kategori:Psikologi